Potensi Bahaya Saat Tugas dan Test Online
Bila ada pihak yang mengkhawatirkan bahwa chatbot ini bisa membahayakan proses ketidakjujuran saat adanya test online, itu dapat dimengerti. Namun model bahasa seperti chatbot ini tidak secara langsung dapat membahayakan proses ketidakjujuran saat ada tes online. Meski ada kemungkinan bahwa chatbot dapat digunakan untuk mencoba menipu sistem tes online dengan menghasilkan jawaban yang benar secara tidak sah.
Oleh karena itu, penting bagi penyelenggara tes online untuk menerapkan tindakan pencegahan seperti pemeriksaan identitas pengguna dan verifikasi ulang jawaban yang dihasilkan oleh chatbot atau model bahasa lainnya.
Sejumlah Tindakan Ini Perlu Diambil
Untuk mengantisipasi potensi atau "bahaya laten" ketidakjujuran ini, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan oleh pendidik sebagai penyelenggara ujian. Guru, sekolah, dosen, universitas atau penyelenggara ujian perlu melakukan antisipasi ini :
Pertama, menerapkan sistem autentikasi yang ketat untuk memverifikasi identitas pengguna sebelum memberikan akses ke tes online kepada peserta test.
Kedua, menggunakan software deteksi plagiasi atau pemeriksaan manual untuk memastikan bahwa jawaban yang dihasilkan oleh mesin chatbot tidak sama dengan jawaban yang telah ada sebelumnya.
Ketiga, menyiapkan pertanyaan yang rumit, komplek atau memiliki beberapa jawaban yang mungkin benar, sehingga sulit bagi chatbot atau model bahasa lainnya untuk memberikan jawaban yang benar secara tidak sah.
Keempat, menyiapkan pertanyaan yang membutuhkan pengetahuan atau keterampilan yang tidak dapat diperoleh dengan menggunakan ChatGPT atau model bahasa lainnya.
Kelima, mengawasi secara ketat proses tes online untuk mencegah kecurangan atau penipuan.
Keenam, menyiapkan sistem hukuman yang tegas bagi siswa atau mahasiswa yang terbukti melakukan kecurangan atau penipuan saat mengerjakan tes online.