[caption caption="Acara Kompasiana nangkring bersama BKKBN"][/caption]
Rumah menjadi pondasi mendasar bagi penanaman kebiasaan, untuk anggota keluarga khususnya anak anak yang berada di dalamnya. Keluarga ideal yang terdiri dari ayah, ibu dan anak selayaknya masing masing memiliki peran dan fungsi yang semestinya. Ayah sebagai kepala keluarga, bertugas sebagai pengayom dan pencari nafkah untuk istri dan anaknya. Ibu sebagai kepala rumah tangga, musti menjalankan tugas kerumahtanggan dengan sebaiknya. Pun anak musti mendapat "asupan" perhatian yang memadai, juga diberi hak untuk bahagia sehingga berkembang secara baik.
Membangun keluarga yang baik dan kokoh, menjadi awal lahirnya generasi mendatang yang baik pula. Keluargalah tempat menumbuhkan watak, serta menanamkan perilaku dalam diri anak anak. Semua yang tertanam akan menjadi bekal, untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan sesungguhnya.
Beberapa waktu yang lalu saya bergabung dalam acara Kompasiana Nangkring, bekerjasama dengan BKKBN bertempat di BSD Tangerang Selatan. Sebuah buku panduan bahan penyuluhan menjadi orang tua hebat, menjadi isi dari goody dibagikan pada setiap kompasianers yang hadir. Isi buku yang cukup detil dan melingkupi hampir semua aspek, beberapa isinya saya cuplikan untuk mempertajam artikel ini.
Perencanaan membangun keluarga perlu dipersiapkan dari awal, semakin matang sebuah perencanaan niscaya semakin baik.
Perencanaan Membangun Keluarga
- Melalui perencanaan usia pernikahan ( usia 20 - 30 tahun)
- Membina hubungan antar pasangan dengan keluarga lain, dan kelompok sosial
- Merencanakan kelahiran anak pertama (persiapan menjadi orang tua)
- Mengatur jarak kelahiran dengan menggunakan alat kontrasepsi
- Berhenti melahirkan di usia 35 tahun agar dapat merawat balita secara optimal.