Mohon tunggu...
Fandi Sido
Fandi Sido Mohon Tunggu... swasta/hobi -

Humaniora dan Fiksiana mestinya dua hal yang bergumul, bercinta, dan kawin. | @FandiSido

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Drama di Cipayung

10 Maret 2013   02:58 Diperbarui: 24 Juni 2015   17:03 185
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

**

Seorang tua menggerakkan kakinya di tatakan mesin jahit.

Cipayung 1768 pernah menggambarkan keadaan ini, pikirnya.

Ada seorang anak pribumi menenteng singkong di punggung

menuju ujung tapakan yang kemudian jadi pembaringan abadinya.

Pusara yang lalu jadi kebun singkong.

Bangkitlah orang tua itu dan melepas pecinya.

Menutup kepala anak itu dan menurunkan dua jerigen dari pundaknya.

"Kenapa, Nak?" tanyanya.

"Beras," Pak, jawab anak itu.

**

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun