Lewat penipuan penawaran semacam ini atas dasar pengenaan biaya deposit, bisa saja banyak warga medsos yang kejebak dan jadi korban. So bà gaimana mengenalinya?Â
1. Selalu berganti akun, tapi postingan tetap sama dan miripÂ
Bila ada akun medsos berganti-ganti foto profil dan nama akun serta dan nomor WA atau HP juga terus berubah, rasanya jarang dilakukan oleh orang yang baik dengan maksud dan tujuan yang baik. Dia mungkin punya agenda tersembunyi atau niat jahat untuk mengelabui warga netizen.Â
Ada Nia Salsabila, Rina Damayanti, Siska Novianti atau bisa saja ada nama akun berikutnya, ada kemungkinan ini orang yang sama atau rekan lain dari komplotan yang sama. Foto yang mereka gunakan bisa saja diambil dari milik pengguna medsos lain dan bukan foto asli.Â
Apalagi untuk membuat sebuah akun di medsos baik di FB, IG atau twitter, bisa dengan memasukkan alamat email, akun FB atau dengan nomor HP.
Bila punya 5 buah kartu seluler, satu orang bisa membuat 5 akun. Begitu mudahnya potensi untuk melakukan kejahatan dengan beraneka akun.Â
2. Gunakan logika
Berpikir logis tidak hanya bisa menyelamatkan diri dari sebuah jebakan penipuan, tapi juga mampu mencegah sebelum terlanjur masuk ke dalam perangkap. Ada beberapa hal yang bisa dianalisa dari unggahan akun-akun seperti itu yang rasanya tidak logis.Â
Antara lain masak sih sekelas koperasi bisa ngasih pinjaman sampai 300 hingga 500 juta, dengan persyaratan yang semudah itu. Rata-rata tidak banyak koperasi yang punya kecukupan stok dana untuk pinjaman di atas 100 juta.Â
Persyaratan yang mudah tanpa survey tanpa data penghasilan bagaimana pemberi dana bisa memastikan si peminjam mampu mencicil?
Tentu ini sudah tak logis apabila dibandingkan dengan tahapan dan prosesnya di lembaga formal resmi.