Sementara itu, kedutaan besar Tiongkok menyatakan kekecewaannya terhadap respons keputusan Biden ini. Kementerian Perdagangan Tiongkok menyebut bahwa Amerika secara tidak langsung menghambat pertukaran ekonomi dan kerja sama perdagangan global, yang dianggap sebagai hambatan untuk pemulihan ekonomi dunia. Kementerian tersebut juga berharap Amerika dapat menghormati prinsip-prinsip ekonomi pasar dan persaingan yang adil.
Namun disisi lain pemerintah Tiongkok tidak tinggal diam. Pemerintah Tiongkok mengumumkan akan menginvestasikan dana sebesar US$ 40 miliar atau setara dengan Rp 612 triliun (dengan asumsi kurs Rp 15.300) untuk meningkatkan industri semikonduktor. Upaya ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan Tiongkok dari Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain yang saat ini fokus pada pengembangan chip. Hal ini telah membuat merk raksasa yang kita kenal, seperti Huawei dan SMIC, mampu menciptakan GPU yang sangat canggih.
Dan di Indonesia sendiri, pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mencapai tonggak penting dengan pembentukan Strategi Nasional Kecerdasan Buatan (Stranas KB) pada tahun 2020. Dampak positifnya telah terasa di berbagai sektor, termasuk informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi, jasa perusahaan, serta sektor pertanian. Namun, pengembangan AI adalah bidang teknologi yang membutuhkan sumber daya besar, baik dari segi biaya, tenaga ahli manusia, maupun tingkat kerumitan teknologinya, yang merupakan tantangan tersendiri bagi Indonesia.
Terlepas dari persaingan sengit dalam perang AI ini, kita diingatkan untuk tidak malas belajar. AI sejatinya adalah pelengkap, bukan pengganti, dalam dunia kerja kita. Jika kita belajar, pekerjaan kita akan menjadi lebih baik karena dibantu oleh AI. Sebaliknya, jika kita tidak belajar, kita berisiko tergantikan oleh AI.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI