“Marketing is battle of perception“, kata Al Ries. Saya setuju dengannya bahwa pertarungan sebenarnya berada di otak konsumen atau persepsi khalayak dan mengapa Saya menyodorkan Novelty sebagai strategi unggul. Secara sederhana bisa dijelaskan sebagai berikut.
Persepsi merupakan konsep yang sangat penting, kalau bukan dikatakan yang paling penting. Karena melalui persepsilah manusia memandang dunianya. Menurut Kotler persepsi sebagai proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti.
Dalam hal ini persepsi mencakup penafsiran obyek, penerimaan stimulus (Input), pengorganisasian stimulus, dan penafsiran terhadap stimulus yang telah diorganAisasikan yang nantinya akan mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang
Secara singkat dapat dikatakan bahwa Persepsi adalah pandangan seseorang terhadap sesuatu yang akan menentukan respon yaitu bagaimana dan dengan apa seseorang akan bertindak atau bagaimana seseorang memaknai sesuatu dan tindakan yang akan diberikan. Jadi persepsi merupakan pintu dari sikap dan perilaku seseorang.
Jadi untuk memenangkan pertempuran di kepala konsumen (persepsi) Jika Al Ries mengemukakan “Jadilah yang pertama (being first) ”, Michael Porter dengan “Differentiation” Saya Slamet Riyadi mengajukan “Novelty” (kebaruan). (Dalam Buku Marketing Beneran /MarkBen hal ini dibahas lebih mendalam).
Dalam konsep MarkBen untuk menjadi pemenang berkelanjutan seseorang atau produk harus selalu memberikan Novelty berkesinambungan berdasarkan kepada Hot Button sasaran sehingga terjadi Public Satisfacation terus menerus (kalau produk timbul Customer Satisfaction). Hasilnya akan tercipta customer loyalty atau pendukung fanatic dalam politik.
Bagaimana caranya? Secara sederhana MarkBen menyodorkan strategi lebih….lebih dan lebih lagi.
Lebih manusiawi, lebih merakyat, lebih responsive, lebih bersih, lebih melayani, lebih cepat kerjanya, lebih efektif, lebih efisien, lebih bersahabat dan lebih lebih lainnya berdasarkan kepada Hot Button yang dirasakan masyarakat saat itu. Jika lawan Ahok bisa menjanjikan bahwa dia punya reputasi untuk bisa memberikan lebih apa yang bisa diberikan Ahok dan masyarakat mempercayainya hasilnya akan dahsyat.
Pertanyaannya Novelty apa yang dibawa Ahok sehingga namanya selalu menjadi magnet bagi media dan menarik perhatian besar khalayak.
1. Ahok seorang Tionghoa
Kebanyakan orang Tionghoa terjun didunia bisnis. Jika ada sedikit yang terjun di dunia politik biasanya “low profile”. Ahok adalah sedikit orang Tionghoa yang terjun didunia politik dengan keberaniannya yang luar biasa. Untuk mendukung keyakinanya, siapapun dia lawan. Kasus dengan DPRD DKI, Ketua BPK kemudian dengan Menko Maritim. Bahkan dia tidak takut berhadapan langsung dengan Habib Riziq dan FPI nya. Ini adalah Novelty, ditengah politisi lain yang menghindari konflik Ahok justru berlaku sebaliknya. Sikap seperti inilah yang menarik perhatian masyarakat. Apalagi Ahok secara cerdik selalu memijit tepat Hot Button yang selama ini menjadi kegalauan publik.
2. Ahok adalah tipe politisi