Mohon tunggu...
Adica Wirawan
Adica Wirawan Mohon Tunggu... Wiraswasta - "Sleeping Shareholder"

"Sleeping Shareholder" | Email: adicawirawan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Wajah Kebhinekaan Rumah Ibadah di Pasar Baru Jakarta

26 Februari 2023   17:52 Diperbarui: 26 Februari 2023   18:00 1596
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Altar Embah Raden Suna Kencana Winata di Sin Tek Bio/ dokumentasi Adica

Gereja Ayam/ dokumentasi Adica
Gereja Ayam/ dokumentasi Adica

Gereja Ayam mulai dibangun pada tahun 1913, dan rampung 2 tahun kemudian. Kemunculan gereja ini dimaksudkan sebagai kritik sosial terhadap Pemerintah Hindia Belanda. 

Maklum, pada waktu itu, tidak semua umat kristiani bisa bebas beribadah, karena hanya kalangan pejabat dan orang kelas atas yang bisa melakukannya. 

Mereka biasanya melakukan kebaktian kristen di Gereja Imanuel, sementara rakyat biasa tidak diperbolehkan beribadah di tempat tersebut. Alhasil, dibangunlah Gereja Ayam demi mengakomodasi rakyat biasa yang ingin melangsungkan ibadah.

Meski sudah berumur lebih dari 100 tahun, namun nuansa Kolonial masih terasa kental di Gereja Ayam. Wajar, dinding, ubin, dan tempat duduknya masih dipertahankan seperti awal berdiri. 

Alkitab ratusan tahun bertuliskan bahasa Belanda/ dokumentasi Adica
Alkitab ratusan tahun bertuliskan bahasa Belanda/ dokumentasi Adica

Di samping itu, terdapat pula benda lain, yang menyimpan nilai historis yang tinggi, seperti Alkitab yang berusia 100 tahun lebih dan bertuliskan bahasa Belanda.

***

Dari kunjungan ke rumah ibadah tadi, kita jadi tahu bahwa kebhinekaan sebetulnya sudah terbentuk, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Hal ini menjadi bukti bahwa leluhur-leluhur kita bisa hidup akur di tengah banyaknya perbedaan. 

Bukankah ini sesuatu yang indah dan damai? Bukankah ini seharusnya menjadi sikap hidup yang selayaknya dipertahankan dan dilestarikan?

Salam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun