Ayat-ayat di atas seharusnya menjadi renungan dan ibrah bagi kita agar menjaga dan melestarikan alam ini sebaik-baiknya. Kembali lagi kita mengingat fungsi kita sebagai khalifah Allah di muka bumi, yaitu memakmurkan bumi, bukan malah membikin kerusakan di dalamnya.
Penyimpangan-penyimpangan moral yang terjadi sangat berdampak kepada ketidakseimbangan alam yang kita huni ini. Oleh sebab itu, tanggung jawab sebagai khalifah harus kita laksanakan dengan baik agar kita dapat hidup di alam ini dengan seimbang dan harmonis.
Di samping terhadap alam, kita juga harus menegakkan nilai-niai moral dalam hidup bermasyarakat. Sesama manusia yang menumpang hidup di muka bumi ini, harus saling hormat-menghormati, bantu-membantu, dan saling lindung-melindungi.
Persaudaraan antar sesama manusia harus dirawat. Jangan saling bertikai dan bermusuhan. Jangan saling bunuh-membunuh. Jangan saling tindas-menindas. Jangan serakah.
Al-Qur'an juga mengingatkan:
"Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya, dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan." (QS. 26: 185)
Kita boleh saja menjelajahi bumi ini dan mencari sebagian rezeki serta karunia Allah yang lainnya. Malah itu diperintahkan oleh Allah sendiri (lihat QS. 62: 9-10 dan QS. 67: 15).
Tapi, di saat yang sama pula kita mesti ingat pesan Al-Qur'an:
"Janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan." (QS. 2: 60)
Islam adalah agama rahmat bagi seluruh alam. Oleh sebab itu, jangan sampai kita sebagai Muslim, sebagai pemeluk agama rahmat itu, malah menjadi sumber malapetaka bagi semesta kehidupan ini.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H