Sebuah akun twitter @yetiJezuz (tampaknya seorang pemerhati timur-tengah) bertanya kepada penulis, apakah sekelumit temuan itu dapat dijadikan ukuran hadirnya Nazi.
There were only a few.....thousands. but there was a flag on the truckers rally so they were all nazis. But real nazis aren't anymore. Do you believe that's how it works?"
Rusia berusaha membangunkan dari tidur pemerintah Israel, sebuah sindiran dilayangkan Menlu Rusia. Sergei Lavrov berkata tentang adanya darah Yahudi dalam tubuh Adolf Hitler, seakan mengingatkan orang Yahudi membunuh dirinya sendiri.
Israel mengalihkan perhatian, marah pada pernyataan Menlu Sergei Lavrov dan menegaskan orang Yahudi tidak mungkin membuh orang Yahudi sendiri.
"Tingkat rasisme terendah dalam bentuk antisemit adalah menuduh orang Yahudi membunuh orang Yahudi sendiri, ujar Perdana Menteri Israel,Naftali Bennet kepada JP sebagaimana dikutip dari NPR.
Fakta-fakta tersebut tidak membuat Israel memberi respon positif. Yang terjadi justru sebaliknya, Israel menambah pengiriman bantuan kemanusiaan, kesehatan, tenaga pelatih militer dan amunisi, kendaraan tempur dan petempurnya ke Ukraina.
Sejumlah petempur "sukarelawan" asli asal Israel berada dalam 20 ribuan Foreing Fighter Unit dari 52 negara tetap memilih bertempur melawan Rusia. Jumlah itu belum termasuk orang Ukraina berdarah Yahudi.
Apakah masa lalu adalah masa lalu, ataukah sejarah memang bisa dikutak-katik sesuai kepentingan ataukah Israel kini memiliki pengertian Hollocaust tersendiri akibat terikat pada hubungannya dengan barat, tak jelas mana sebetulnya.
Faktanya, hollocaust paling dahsyat terhadap orang Yahudi dilakukan oleh Nazi jerman. Fakta lain, Rusia bersama AS (blok sekutu) mengalahkan Jerman (blok Poros) ketika itu.
Kini hubungan Rusia - AS berjalan terbalik arah. Rusia dan AS menggunakan strategi berbeda dalam masalah Ukraina.