5. Penegakan Hukum yang Lebih Tegas
Penjual atau penyebar konten pornografi harus mendapatkan sanksi tegas. Di Indonesia, UU ITE sudah mengatur larangan penyebaran konten pornografi, tetapi implementasinya perlu lebihÂ
Melawan dan Menggerus Pornografi dengan Kebersamaan
Melawan bahaya pornografi bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama dari berbagai elemen masyarakat. Tanpa sinergi antara individu, keluarga, komunitas, pemerintah, dan sektor swasta, ancaman ini akan terus merongrong fondasi moral bangsa. Berikut adalah langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan secara kolaboratif:
1. Keterlibatan Keluarga sebagai Garda Terdepan
Orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak mereka tentang penggunaan teknologi yang sehat dan bertanggung jawab. Dengan memberikan perhatian lebih pada aktivitas digital anak, membangun komunikasi yang terbuka, serta menanamkan nilai-nilai agama dan moral, keluarga dapat menjadi benteng utama melawan pengaruh pornografi.
2. Dukungan Pemerintah dan Kebijakan yang Kuat
Pemerintah perlu terus memperkuat kebijakan pemblokiran konten pornografi melalui pengawasan ketat dan pengembangan teknologi anti-pornografi. Selain itu, undang-undang yang memberikan sanksi tegas kepada pembuat dan penyebar konten pornografi harus diimplementasikan secara konsisten.
3. Kampanye Nasional Anti-Pornografi
Dibutuhkan kampanye besar-besaran yang melibatkan media massa, tokoh publik, dan influencer untuk menyebarkan kesadaran tentang bahaya pornografi. Kampanye ini dapat berupa iklan layanan masyarakat, seminar, workshop, hingga kampanye di media sosial yang menyasar anak muda.
4. Kolaborasi dengan Sektor Swasta
Perusahaan teknologi memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan bahwa platform mereka bebas dari konten pornografi. Kolaborasi dengan penyedia layanan internet, aplikasi media sosial, dan pengembang perangkat lunak diperlukan untuk menciptakan teknologi yang mampu mendeteksi dan menghapus konten pornografi secara otomatis.