Tengah malam sedang menyeret sunyi
Lalu jari jarinya menggelitik sekujur diri
Menyerupa gelap rindu memerangkap jiwa
Dalam ingatan kita selalu menabur doa
Kemarin tentang cahaya esokpun tentang cahaya
Sesekali tentang mimpi, berkali kali tentang hati
Tentu saja ini bukan perihal mudah
Hingga tubuh menggigil hampir hampir mati
Gemuruh itu menamai dirinya jarak
Dalam pusarnya mata angin menabur arah
Seperti malam menggeledah tubuh
Lagi lagi dua manusia meramu janji
Tentang kedatangan atau kepulangan
Dibawah purnama yang belum utuh
Justru aku sepenuh hati menanti
Kupang, 21/1/2018
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI