Yah, sehat seharusnya tidak hanya menjadi sebuah doa, ini harus masuk ke dalam list resolusi yang artinya harus bisa ditakar dan dijabarkan melalui serangkaian aksi.
Jika tidak begitu bisa-bisa doa sehat yang selalu kita panjatkan hanya akan menjadi wacana belaka. Lebih jauh, jika dibiarkan maka bisa-bisa mengganggu list resolusi yang telah kita susun
Nyesek tentunya kalau rencana kita meleset bukan karena suatu hal yang sulit diselesaikan tapi karena sakit. Lebih nyesek lagi kalau sakitnya bukan karena suatu hal yang sulit kita hindari tapi karena kecerobohan dan ketidakdisiplinan diri.
Selain tegas dengan daftar resolusi kita rupanya juga harus tegas dengan diri sendiri. Jika masih saja keras kepala, maka jumlah hari produktif di tahun 2025 kita tentu akan berkurang.
Jadi belajar dari pengalaman sakit di awal-awal tahun ini saya ingin mendisiplinkan diri melalui beberapa hal seperti berikut. Memang semuanya terdengar seperti catatan pola hidup sehat yang klasik dan usang tapi nyatanya hal itulah yang benar-benar kita perlukan namun kerap diabaikan. Ada hal-hal yang harus saya janjikan kepada diri sendiri, seperti;
Tidak Keras Kepala
Sudah tahu punya penyakit tertentu dan tidak boleh atau harus menghindari makanan A tapi terkadang kita masih saja keras kepala dan berlindung di balik kata-kata "ah cuma dikit saja", "ah sesekali saja".
Padahal yang namanya sedikit pasti lama-lama menjadi bukit. Ini memang penyakit manusia, kalau sakit sudah terasa mereka akan bertobat tapi kalau mulai sehat, kambuh lagi keras kepalanya.
Karena saya punya kolesterol maka saya punya banyak daftar makanan yang perlu dihindari baik yang sifatnya "lebih baik dihindari" maupun "boleh dimakan tapi sesekali". Sepertinya terdengar mudah tapi pada kenyataannya tidak semudah itu. Saya kerap khilaf dan memakan apa saja tanpa filter.
Ada juga kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan saya kesulitan untuk memfilter makanan yang harus dimakan. Contohnya adalah hidangan pada undangan events atau pesta pernikahan.
Makan dan Tidur Secara Teratur