Hidup bertetangga dengan Katedral melahirkan toleransi di antara keduanya. Mereka saling bantu dalam kondisi tertentu. Contohnya menyediakan lahan parkir ketika salah satunya tengah merayakan hari raya serta menggelar aksi buka bersama di dalam gereja Katedral ketika bulan ramadhan tiba.
Kabarnya saat ini juga sudah dibangun terowongan silaturahmi yang nantinya akan menghubungkan keduanya dari bawah tanah. Sayang terowongan tersebut belum dibuka untuk umum.
Tiga tempat ibadah yang kami kunjungi adalah wujud nyata kebhinnekaan di Jakarta pusat. Di dalamnya lahir benih-benih toleransi dan kesadaran untuk saling menghormati antar satu sama lain. Seperti halnya semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu. Salam.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI