Harga di soto kuning Pak Yusuf didasarkan per potong. Semua lauk dipukul rata 12.000 rupiah. Jika mengambil 2 potong seperti saya artinya 24.000. Harga tersebut belum termasuk tambahan seperti nasi, kerupuk dan minum.
Setelah menambahkan sambal, kecap dan irisan jeruk limau saya pun menyantapnya. Rasanya memang enak, meski kuahnya bersantan tapi tidak eneg. Gurih dan bikin nagih. Ada aroma rempah tapi tidak menyengat, seperti meminta ijin masuk ke mulut dengan lembut dan sopan. Dagingnya empuk. Kalau kata code blue "Ara ara.."
Ternyata tidak percuma saya berjalan kaki sejauh 2,5 km. Tak perlu waktu lama, soto kuning saya habis dalam hitungan menit. Akhirnya rasa penasaran saya pun terbayar.
Setelah menyelesaikan suapan terakhir akhirnya saya menuju ke meja kasir. Si Bapak berbaju mint abu sudah meninggalkan tempatnya, digantikan oleh seseorang yang terlihat lebih muda.
"Bapak tadi itu Pak Yusuf?" tanya saya kepada si pemuda.
"Bukan Kak, itu adiknya. Kalau Pak Yusuf biasanya ke sini pagi."
Wah, sayang sekali saya tidak bertemu dengan pemiliknya langsung. Padahal ingin memuji langsung bahwa sotonya enak.
Keluar dari warung Pak Yusuf saya melayangkan sapuan pandang ke arah sekitar. Di seberang, berjejer aneka kuliner seperti empal gentong, toge goreng, asinan, pepes pisang, dan lainnya. Ingin rasanya mencobanya satu-satu, tapi apa daya perut sudah melambaikan bendera putih.
Sebenarnya ada yang masih mengganjal! Saya masih penasaran dengan soto kuning Pak M. Yusuf. Kabarnya usianya jauh lebih tua, jika soto kuning Pak Yusuf berdiri tahun 1992, maka soto kuning Pak M. Yusuf berdiri sejak 1977. Bukankah yang lebih tua harusnya lebih jago dan berpengalaman? Yasudah, kita coba di waktu lain.
Agar tak berpulang dengan tangan kosong, akhirnya saya memutuskan untuk membeli oleh-oleh Pepes Pisang Daniel. Letaknya tepat di ruko soto kuning Ibu May.