Tetapi lain waktu, satu kali ketika saya melihat lampu merah menyala, sedangkan suasana sunyi tanpa kendaraan, ya saya langgar saja. Toh lewat kiri kita tetap aman. Tidak ada kendaraan pula. Norma berlalu lintas terpaksa kita gadaikan sejenak. Soalnya bukan manusia yang mengontrol lampu lalu lintas namun alat atau robot.Â
Ini berbeda jika yang menjaga lalu lintas itu adalah beberapa anggota Polantas dengan pakaian resmi. Saat ia menyalakan lampu merah semua pasti taat. Kalau tidak taat, bisa langsung diberikan denda saat itu. Kalau denda saat itu masih tergolong baik, tetapi akan bertambah runyam kalau kita diminta untuk menyelesaikan masalah di Kantor Polantas. Di kantor Polantas urusan bisa bertambah runyam.
Memacu Kesadaran Diri
Untuk mencapai ketertiban berlalulintas, semua pihak harus tertib dan taat. Ketaatan bukan berdasarkan paksaan namun berdasarkan kesadaran diri sendiri. Ketaatan kepada norma berlalulintas sangat penting bagi keselamatan para penumpang dan pengemudi. Ketaatan berlalulintas harus berdasarkan pengetahuan dan pemahaman yang benar. Norma berlalulintas adalah salah satu faktor yang amat menentukan hidup atau matinya manusia di jalan raya. Biasanya orang yang taat berlalulintas pasti akan selamat. Sedangkan mereka yang kena celaka, umumnya berasal dari para pelanggar aturan Lalulintas jalan raya.Â
Ya, kalau kita sungguh-sungguh teliti, mereka yang celaka umumnya tidak memakai helm, tidak memiliki SIM dan STNK. Â Jadi meskipun runyam, ketaatan terhadap norma berlalulintas harus tumbuh dari kesadaran diri sendiri. Bukan demi menyenangi berbagai pihak tapi demi keselamatan diri, para penumpang dan pejalan kaki. Jadi taatilah aturan berlalulintas, maka aturan itu akan melindungi keselamatan semua pihak baik pengemudi, para penumpang dan para pejalan kaki.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI