Kepuasan kerja tentu berpengaruh positif terhadap Komitmen organisasi. Yang berarti bahwa semakin naik atau tingginya kepuasan kerja, maka semakin tinggi pula komitmen organisasionalnya.Â
Demikian pula sebaliknya, kepuasan kerja yang rendah akan menurunkan komitmen karyawan terhadap perusahaan. Kepuasan kerja yang tolak ukurnya menggunakan kenaikan posisi atau jabatan, beban pekerjaan, gaji, rekan kerja, dan pengawas menunjukkan bahwa telah dikelola dengan baik sehingga dapat memberikan peran terhadap komitmen organisasional.
Menurut penilaian yang dilakukan oleh karyawan, hal-hal didalam lingkungan pekerjaan, seperti rekan kerja yang dapat diajak bekerja sama, kesempatan karyawan untuk mendapatkan promosi jabatan, dan manajer yang dapat merangkul serta bersedia mendengarkan saran dari karyawannya akan dapat menumbuhkan kepuasan kerja.Â
Disamping itu, perusahaan yang memberikan gaji secara adil kepada karyawannya akan memunculkan rasa percaya karyawan agar tetap loyal pada perusahaan.
Mathis dan Jackson (2011) mengemukakan bahwa kepuasan kerja menjadi cerminan perasaan dalam diri seseorang terhadap pekerjaannya, ketika seseorang puas terhadap pekerjaanya maka mereka akan lebih berkomitmen terhadap organisasi.Â
Selain itu, hasil penelitian Luqman et al. (2012) pada sektor publik di Nigeria juga memberi pernyataan bahwa karyawan akan lebih berkomitmen dalam memberikan pelayanan kepada konsumen, ketika mereka mendapatkan kepuasan didalam pekerjaannya dan diberikan kesempatan untuk berkarir.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H