Dalam perhelatan Asian Games 2018 yang disorot seluruh dunia, kita tidak hanya ingin memamerkan kemajuan infrastruktur tetapi juga kemajuan peradaban bangsa Indonesia. Presiden harus didampingi secara utuh oleh Bapak Pembangunan Infrastruktur dan Ibu Pembangunan Manusia. Sehingga anggapan bahwa orang Indonesia itu ramah bukan hanya isapan jempol. Ada senyum mengembang di setiap bangunan infrastruktur yang megah.
Marilah kita bersama serius dalam menyambut momen ini. Mulailah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kompleks GBK yang sudah bagus, mulailah mengadministrasinya dengan profesional sehingga tidak ada lagi parkir preman yang menguasai lapak-lapak. Siap membantu tamu yang datang dengan ramah dan ringan tangan.Â
Berperilakulah dengan sopan di jalan, tidak ugal-ugalan, memberi ruang pada pejalan kaki, tidak buang sampah di jalan dari kendaraan, tidak meludah sembari bawa kendaraan, tidak melawan arus, dan banyak lagi. Bagi para penjual souvenir, makanan atau minuman, janganlah mempermainkan pembeli dengan "nutuk" atau menjual dengan harga terlalu tinggi atau menjual barang berkualitas rendah.
Saya berasumsi, banyak di antara mereka yang datang baru pertama kali ke Indonesia. Mereka tidak hanya melihat bangunan infrastruktur yang megah dan modern, tetapi juga akan bersinggungan dengan kita, manusia Indonesia. Jika perjumpaan itu berkesan maka mereka akan datang lagi ke sini untuk berwisata dan  berkeliling menikmati pesona Indonesia. Tetapi jika mereka kecewa karena perilaku kita, buanglah mimpi kita untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan wisata dunia.
Untuk mewujudkan Indonesia yang maju infrastruktur dan manusianya harus melibatkan semua instansi dan semua masyarakat. Jalan tercepat dan efektif adalah menegakkan aturan secara tegas. Tanpa penindakan, rasanya mustahil bagi kita untuk sampai pada kedewasaan berbudaya. Jika pemimpin dan penegak hukum terlalu permisif, misalnya malah mengizinkan menginjak-injak rumput di Monas atau menyediakan tempat bagi PKL di jalan raya, maka bangsa ini tidak pernah sampai pada sikap disiplin.
Semoga, malam ini saya tidak lagi bermimpi Presiden diapit oleh Basuki dan Puan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI