Mohon tunggu...
Rusman
Rusman Mohon Tunggu... Guru - Libang Pepadi Kab. Tuban - Pemerhati budaya - Praktisi SambangPramitra
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

"Hidupmu terasa LEBIH INDAH jika kau hiasi dengan BUAH KARYA untuk sesama". Penulis juga aktif sebagai litbang Pepadi Kab. Tuban dan aktivis SambangPramitra.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Rusman: Wayang "Gatotkaca dalam Perspektif Pendidikan"

7 Juni 2018   11:19 Diperbarui: 26 Mei 2019   06:11 3131
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dengan kata lain bahwa kemajuan seorang anak merupakan kombinasi antara bakat dan pengalaman. 

Lantas, di mana letak kekurangan Gatotkaca sehingga ia tampil sebagai figur yang "multi face" itu

Seorang yang di dalam dirinya terdapat kekuatan hebat namun juga sekaligus kelemahan kronis.

Jika kita menelusuri masa kecil anak muda yang semula bernama "raden tetuka" ini nampak bahwa ia mengalami banyak hal yang kurang wajar. 

Saat berusia satu tahun tali pusarnya belum bisa dipotong dengan senjata ataupun pusaka apapun.

Satu-satunya yang mampu memagas tali pusar itu adalah sarung senjata kuntowijaya milik para dewa yang sebenarnya hak pamannya Arjuna.

Tapi Hyang Naroda terlanjur mmberikan kepada Raden Karno yang wajahnya mirip sekali dengan Arjuna.  

Itupun sarung senjata yang konon terbuat dari kayu mustaka itu tiba-tiba tersedot oleh perut si jabang bayi.

Berlanjut pada masa kecil Gatotkaca yang sempat diasuh dan dilatih untuk menjadi jagonya para Dewa yaitu bertarung melawan para raksasa yang akan menghancurkan kahayangan Suralaya. 

Agar cepat tumbuh besar dan menjadi seorang yang sakti luar biasa anak muda ini harus dimandikan di kawah candradimuka dulu.

Berbagai macam senjata sakti dan ampuh sengaja dilebur di air kawah tersebut, agar semua itu mampu menjadikan Gatotkaca berotot kawat dan bertulang besi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun