Mohon tunggu...
Gracia AngelitaSuryawan
Gracia AngelitaSuryawan Mohon Tunggu... Lainnya - seorang mahasiswa yang belajar menulis

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.” ― Seno Gumira Ajidarma, Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Selisik Batik Laweyan Surakarta

18 Mei 2020   12:20 Diperbarui: 19 Mei 2020   15:21 460
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Pribadi: Gracia Angelita, Universitas Kristen Petra

Proses ini diulang selama  3 minggu lamanya. Hal tersebut dilakukan supaya pada saat pewarnaan hasilnya bisa maksimal.

Selanjutnya dilakukannya proses Mola. Di mana tahap ini dilakukan pemberiaan pola pada motif secara langsung dengan menggunakan canting.

Setelah pemberian motif tersebut dilanjutkan dengan tahap yang disebut Nglengkreng yakni merupakan proses pendetailan motif. Pada proses ini membutuhkan keteltian dan kesabaran penuh dari para pembatik.

Tak lupa juga dengan memberikan Isen-isen dimana pada tahap ini dilakukan dengan mengisi bagian yang kosong dengan ornament-ornamen. Pemberian isen-isen ini tidak sembarangan saja namun juga memperhatikan makna dan keindahan dari batik tersebut.

Setelah mengisi motif tak lupa juga mencanting bagian belakang batik dengan mengikuti pada cantingan awal. Teknik ini disebut dengan Nerusi.

Teknik nerusi ini tidak berbeda dengan mola. Disini sama-sama membuat pola yang dilakukan di tahap mola. Teknik ini bertujuan supaya mempertebal pola yang ada.

Setelah mulai dengan proses pewarnaan disebut dengan Teknik Nembok. Dimana Teknik ini menutup gambar dengan malam.

Cara menutupnya yakni sama dengan cara membatik bagian lain dengan mempergunakan canting. Disini menggunakan canting bercukuk besar.

Setelah itu mulai mewarna batik tersebut yakni disebut dengan Teknik ngelir. Proses ini dilakukan di bak besar. Proses terakhirnya yakni melorot batik dengan air panas.

Setelah lilinnya melorot batik langsung di jemur. Setelah dijemur hingga kering batik di beri wax serta diproses. Dan batik siap untuk dipasarkan.

Macam- Macam Batik 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun