Mohon tunggu...
Gracia AngelitaSuryawan
Gracia AngelitaSuryawan Mohon Tunggu... Lainnya - seorang mahasiswa yang belajar menulis

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.” ― Seno Gumira Ajidarma, Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Selisik Batik Laweyan Surakarta

18 Mei 2020   12:20 Diperbarui: 19 Mei 2020   15:21 460
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Pribadi: Gracia Angelita, Universitas Kristen Petra

Oleh karena itu tak mungkin orang Indonesia tak mengenalinya. Banyak yang sering menggunakan batik ini pada dunia fashion. Tak hanya kaum tua saja yang menggunakannya, tapi anak-anak muda jaman sekarang juga tidak sedikit yang mencintai batik.

Batik pada era ini tak hanya dibuat secara monoton saja namun sudah mulai di kolaborasikan dengan fashion pada masa kini. Oleh karena itu, batik mulai dicari-cari orang lagi.

Mulai dari tahun 2004, Di wilayah Laweyan pun juga dipenuhi pengusaha yang mendagangkan dagangannya. Tak hanya warga sekitar saja yang menjualnya.

Sekarang ini banyak investor yang menanamkan modalnya untuk menjual batik yang mereka ambil dari hasil karya warga sekitar. 

Dilaweyan ada sekitar 50 pengusaha batik yang menjualkan batiknya. Namun tidak lebih dari 10 pedagang yang membuat batik tulis. Selain pembuatannya yang cukup sulit, waktu pengerjaannya juga cukup panjang. 

Oleh karena itu batik tulis terkenal dengan harganya yang mahal. Namun dengan harga yang mahal tak jarang orang yang menggunakannya. Contohnya saja toko batik Merak Manis yang ada di Laweyan. 

Toko tersebut sudah eksis dari tahun 1980. Awalnya mereka hanya menjual taplak meja yang diisi dengan motif batik, namun semakin lama mereka mulai mengembangkan bisnisnya pada fashion juga. 

Di toko mereka juga masih melestarikan pembuatan batik tulis. Tak hanya melihat pembuatannya saja, namun kita para pengunjung juga bisa mencoba membuat batik tulis juga dengan biaya yang masih ramah di kantong. Oleh karena itu destinasi batik di Laweyan sudah mulai gencar dan menghasilkan.

Cara Pembuatan Batik Canting  

Pada mulanya batik terbuat dari kain mori. Selain harganya pas dikantong , kain tersebut sangat mudah ditemui. Namun dengan perkembangan zaman dan permintaan masyarakat, batik tak hanya dibuat pada kain mori saja. Namun disesuaikan dengan minat masyarakat.

Tahap pertama yakni Mengetel dimana cara menghilangkan kanji dari mori dengan membasahi mori tersebut dengan minyak kacang, tipol, soda abu dan air.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun