Tulisan 1 pesan diterima nampak di ponselku. Menandakan ada sms dari seseorang.
Ternyata dari Dendi ,
Dendi : Mat sore, adek ada waktu luang
Aku : iya, ada apa?
Dendi: besok sore kita ketemuan di tempat biasa
Aku: kan kemarin baru kesana buat doa
Dendi: Pokoknya kesana !
Aku: oke deh kalau begitu.......
**************************’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’****************************
Keesokan sorenya aku dan Dendi sama-sama ke tempat biasa ketemuan. Wisata rohani
sekalian refresing. Di tempat ini aku sadar betapa indahnya kota ini jika dilihat dari ketinggian. Kota yang penuh
cinta. Cinta yang tak terlupakan. Aku berharap tempat yang artinya “Terang “ dalam bahasa setempat, juga
membawa terang untukku.
*********************
Hei, mau aku foto? Tidak kataku, sudah ditawari gratis lagi, mana menolak, ya sudahlah kata Dendi.
Aku sudah lama berteman dengan dengan Dendi. Dia sudah ku anggap seperti kakakku sendiri, “dek,
begitu Dendi memanggilku”, hmmmmmm, ada yang mau kutanyakan, apa ? kataku. Akhir- akhir ini aku merasa ada yang berbeda, sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu dariku. Apa itu?, Mungkin kedengarannya lucu kata Dendi. Apa kamu menyukaiku? Sorry maksudku, lebih dari seorang kakak. Ha ha, kau ke-GR-an aku menimpali. Serius, tak lebih? Hmmm,, hening...............aku diam, bingung mau mulai dari mana, sebenarnya aku punya perasaan yang lebih untukmu. Tapi,,, Tapi apa? Tanya Dendi, apakah kau memikirkan penilaian teman-temanmu? Aku mau engkau menunggu, begitu kata Dendi. Aku sangat terkejut, tak percaya bahkan ragu, dan juga berharap semoga orang ini tidak dalam keadaan mabok.
Yang ku tahu semua itu berawal sejak senja.
*******************************
Sejak saat itu keakraban kami semakin dibina lanjut. Gurauan menjadi santapan kami setiap kali kontak. Tak ketinggalan diskusi serius sering menegangkan. Tak terelakkan juga perbedaan pendapat.
Somebody want you
Somebody need you
Somebody dreams about you
Every single night
Somebody can’t breath
Without you it’s lonely
Somebody hope oneday you will see
somebody’s me
Ponselku berbunyi, lagu Somebody’s me milik Enrique Iglesias, kujadikan sebagai nada smsku.
**Sms from Dendi :
“ Dunia slalu ingin menceritakan kisahnya tapi sulit menceritakan kisah yang lain. Andai langit dapat bercerita maka kutitip sekotak surat berisi identitasku agar dunia tahu bahwa aku pernah tertawa di tanggal muda, diusia yang masih muda”
Maksudmu apa balasku........
**Sms from Dendi:
“Selalu cari jalan terbaik, agar tiada penyesalan dan air mata”
Kau ini membingungkan, kataku.
**Sms from Dendi :
“ Jangan terlalu berharap lebih, nanti sakit. Memang sebaiknya, aku memilih untuk menjauh
Aku sungguh tak mengerti, aku membalas sms Dendi dengan penuh kebingungan
**Sms from Dendi :
“oke sajalah selamat tidur, semoga mimpi indah.
*********************************
Aku benar tak bisa tidur, sms Dendi tak ada satupun yang dapat kucerna. Aku tak sabar menanti datangnya pagi. Kuniatkan untuk menelpon Dendi keesokan paginya.
*****************
Hallo, selamat pagi, lagi sibuk y?
Sorry, lagi di Perpus jawab Dendi, sms sj y.
Aku mengetik sms dan mengirimkannya ke Dendi
“ SMS semalam maksudnya apa”?
**SMS from Dendi : maaf sudah ada wanita lain yang mengisi hatiku, dan aku memilih untuk setia padanya. Nanti ku perkenalkan padamu adek ku.
“aku tahu kau berbohong”
**SMS from Dendi : jujur, ini serius
“aku masih mengingat janjimu, dan sampai saat ini aku masih menunggumu”
** SMS from Dendi : adekku, jangan terlena pada janji yang tak pasti
*************************
Keesokan harinya Dendi benar menepati janjinya mengenalkan wanita yang dicintainya padaku, “dia cantik” begitu komentarku, kamu hebat bisa meluluhkan hati wanita secantik dia. Bagaimana perasaanmu tanya Dendi padaku (Via SMS), aku tak membalas SMS dari Dendi, hanya bisa membatin. Bagaimana aku mengatakan kalau aku sakit, sedangkan aku sedikitpun tak berhak untuk itu. Bagaimana aku bisa membenci wanita ini, sedangkan ia mencintaimu sama seperti aku mencintaimu, bukankah sama halnya aku membenci diriku sendiri? “Lagipula, hanya wanita yang bisa memahami wanita lain”. Aku tersenyum pada wanita yang dikenalkan Dendi padaku, dan memperkenalkan diriku, hallo, aku temannya Dendi, lebih tepatnya adik Dendi.
Harusnya, Dendi mendengar getaran dalam suaraku mengkhianati ketetapan hatiku.
“ Semua terhimpun sejak senja, haruskah juga berakhir ditepian senja?, tapi aku hanya bisa bergumam, terima kasih untuk senja yang mengajariku arti kecewa dan makna sebuah pelarian”.
***************************
Sejak perkenalan itu, aku memutuskan hubungan dengan Dendi , entah lewat jejaring sosial, sms, ataupun telepon. Aku membencinya, argghhh,,sepertinya aku salah bukan orangnya yang kubenci tapi kelakuannya. Rasa benciku smakin dalam; Karena seorang teman menceritakan kelakuan Dendi padaku, sungguh mengecewakan. Tapi aku slalu berharap itu semua omong kosong. Apakah seperti itu lelaki? Suka mempermainkan wanita dan mau merasakan enaknya saja? Ataukah Dendi terjebak lingkungan?
******************
Sebulan kemudian, aku mendapat SMS dari Dendi
**SMS from Dendi : Anda adalah perahu kokoh yang sanggup menahan beban, terbuat dari kayu terbaik, dengan layar gagah menentang angin. Kesejatian anda adalah berlayar mengarungi samudra, menembus badai dan menemukan pantai harapan. Sehebat apapun perahu diciptakan tak ada gunanya bila hanya tertambat di dermaga. Dermaga adalah masa lalu anda. Jangan buang percums seluruh daya kekuatan yang di anugerahkan pada anda. Jangan biarkan masa lalu anda menambat anda disitu. Lepaskanlah diri anda dari ketakutan dan penyesalan. Berlayarlah menembus gelombang. Hakikat diri anda adalah berkarya menemukan kebahagiaan.
**********************
Dendi, sungguh keterlaluan. Sudah menyakitiku, sekarang malah mengejekku lagi. Aku yang bodoh, awalnya aku berpikir dia kan baik untukku. Mungkin karena aku mencintainya, kadang pemikiranku melampaui batas, dialah cinta sejatiku. Hmmmm,,, tapi, bukankah yang sejati hanya bisa dipahami jika ada yang tidak sejati?
******************************
Aku benci, tapi terkadang benci juga sepaket dengan cinta. Mengapa harus seperti itu? Mungkinkah agar ada keseimbangan?
Terkadang, aku ingin komunikasi dengan Dendi kembali baik, mungkin aku yang salah, telah merusak tali pertemanan dengan Dendi karena perasaanku . Dan sudah saatnya ku ucapkan selamat tinggal pada CINTA, agar pertemanan itu seperti sediakala.“Cinta tak harus memiliki” (INI OMONG KOSONG). Bagaimanapun rasanya lebih bahagia jika memiliki orang yang kita cintai.
****************************
Aku masih menulis penantian itu pada sebatang senja yang menghilang karena diculik pekatnya malam. Kini yang tersisa hanyalah potongan rindu. Tapi, yang dirindukan mustahil tercapai kalau masih ada jurang antara hatiku dan hatimu. Terkadang memang sulit membicarakan sesuatu hal, yakni tentang cinta. Dan aku baru menyadari ternyata hadirnya Dendi memberi arti sepi dan rindu untukku. Aku berpikir engkau tak jauh, engkau hanya sepenggal mimpi yang terpisah.
***************************
Suatu hari kuberanikan diri untuk meng- SMS si kutu kupret Dendi.
“Dari sejuta orang yang dapat dilupakan, engkaulah satu-satunya yang kuingat”
5 menit, 10 menit, 15 menit, 1 jam.................
SMS from Dndi : “ Mengapa mesti ada ingatan, jika tak ada yang perlu untuk dingat’.
***********************************
Hei, pria berwajah manis, walau hatimu tak semanis wajahmu. Engkau dapat membuang ingatan tapi, tak bisa menolak kenangan. Ataukah, kau anggap ini hanya sekedar fantasi? Waktu itu tengah malam, kita sama-sama menceritakan keindahan senja yang telah berlalu dan sama-sama bermimpi menikmati keindahan pagi, hingga penghujung malam datang menjemput kita dan beribu bintang menceritakan kisah kita.
********************
SMS balasan dari Dendi, membuatku tersentak. Aku yang bodoh, tak pandai membaca peta, akhirnya tersesat dijalan yang tak seharusnya aku berada. Bahkan, aku seperti orang asing bagi diriku sendiri.
*****************************
Di suatu senja, mungkin tak layak disebut senja tapi malam yang tercabik kata sempurna. Penantian yang meletihkan. Penantian itu tiba-tiba saja menguap entah kemana setelah kesan pertama yang berantakan.
****************************
Lagu Ambon “DANGKE” milik Doddy menjadi penghantar tidurku malam ini,
“ Manangis par apa lae
Menyesal seng guna lae
Akang dua seng bisa bale sama dolo-dolo
Su seng bisa lae
Biar Semua jadi cerita kenangan indah
Ale deng beta
Satu kata yang beta mau bilang
DANGKE
Su bataman beta pung hidop ale,
Biar cinta katong dua seng sampe
Di tengah jalan ale putar bale
Dangke banyak lae
DANGKE banyak sayang...........
**************************************
Mungkin, benar kata orang Cinta memiliki dua sisi. Bahagia dan sedih. Cinta soal rasa bukan sekedar cerita belaka. Lantas, engkau yang selalu berkeliaran dipikiranku juga pantas disebut cinta?. Sedangkan, engkau tak sedetikpun mengingatku. Bagaimana aku bersedih karenamu? Sedangkan engkau malah tertawa dengan wanita yang kau cintai. Ataukah? Cinta hanyalah sebuah kata, hingga kita menemukan seseorang yang dapat mengartikannya?
*****************************************
Somebody want you
Somebody need you
Somebody dreams about you
Every single night
Somebody can’t breath
Without you it’s lonely
Somebody hope oneday you will see
SOMEBODY’S ME
Lagu ini adalah kenangan akan engkau. Betapa aku merindukanmu yang aku kira tak pernah hilang. Tiba- tiba dunia sekitar merasa sepertinya ada yang salah karena engkau begitupun aku tak pernah lagi membahas sebuah nyanyian, sebuah lagu klasik yang selalu kau lagukan untukku.
*******************
Saat ini pembalasan tercantik untuk orang sepertimu adalah tetap tegar dan berusaha lebih baik. Dan sampai kapanpun aku tak mungkin melupakan ini:
“ PESAN CINTA UNTUK PEREMPUAN”
“ SIBUKKANLAH DIRIMU UNTUK HAL- HAL POSITIF
SAMPAI CINTA DATANG MENJEMPUTMU
BUKAN KARENA KECANTIKANMU
TAHTAMU
KEPANDAIANMU
KESUKSESANMU
TAPI, KARENA CINTA TAK DAPAT HIDUP TANPAMU.
Dan, nasehat ibu selalu tersimpan di hati, anakku, jaga dirimu baik-baik agar dirimu layak untuk pria yang pantas menjadi teman hidupmu. Yang menerima dan melengkapi kekuranganmu.
Karena wanita tercipta dari tulang rusuk pria, tidak dari kepalanya untuk dijadikan atasannya, tidak juga dari kakinya untuk dijadikan alasnya, melainkan dari sisinya menjadi teman sepadannya, dekat lengannya untuk dilindunginya, dan dekat dengan jantung hatinya untuk dicintai.
************************
Dan, aku memilih untuk tidak menghapus goresan ini, agar terus mengingtkanku pada hikmah yang begitu dalam, agar pesan ini tetap terlihat nyata, jangan melaju dalam hidup terlalu cepat, karena seseorang akan melempar batu untuk menarik perhatianmu.
******************
Karena waktu tak lagi sama apakah rasanya juga berbeda?.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI