Sukoharjo (02/02/2024) - Membakar sampah di halaman rumah merupakan praktik yang umum terjadi baik di perkotaan padat penduduk maupun pedesaan, tidak terkecuali di Desa Puhgogor, Kabupaten Sukoharjo. Warga di Desa Puhgogor sebagian besar masih menerapkan budaya membakar sampah di halaman rumahnya. Hal tersebut tentunya menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan warga setempat. Ketidaktersediaan penampungan sampah dan wadah sampah di tiap rumah kian membuat kondisi semakin sulit. Perlu adanya gerakan untuk memutus perlahan budaya buruk tersebut atau minimal mampu mengurangi dampak buruk dari budaya tersebut.
Karang Taruna Kedungdowo beserta warga sekitar pada beberapa tahun yang lalu mulai bergerak bersama melalui Program Bank Sampah untuk mengurangi dampak buruk dari permasalahan sampah di dukuhnya. Program tersebut sudah berjalan selama bertahun-tahun dan sudah dapat dikatakan bahwa dengan program tersebut mampu merubah sedikit demi sedikit budaya warga setempat dalam menghadapi permasalahan sampah. Namun, di balik kesuksesan Program Bank Sampah tersebut, Pengelola yaitu Karang Taruna Kedungdowo masih belum memiliki gudang untuk menampung sampah-sampah tersebut secara layak. Hal tersebut sangat ironi, mengingat gudang pada sebuah Program Bank Sampah adalah komponen yang paling utama.Â
Muhammad Hafidz Abdulah (22), Mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP Tahun 2023/2024, berkolaborasi dengan Karang Taruna Kedungdowo Merancang Desain Bangunan Bank Sampah untuk mengoptimalkan Program Bank Sampah tersebut.
Bangunan Bank Sampah Kedungdowo memiliki tapak berukuran 3,15m x 3,25m yang terletak di halaman belakang rumah. Dirancang dengan konsep industrial dengan memerlihatkan sebagian besar warna dan tekstur material asli, serta tentunya pemilihan konsep tersebut mampu memberikan efisiensi terhadap budget. Material yang digunakan pada Rancangan Bangunan Bank Sampah tersebut diantaranya adalah baja ringan sebagai struktur utama, ram kawat sebagai partisi, dan galvalum sebagai material penutup atap.
Layout Denah dari Rancangan Bangunan Bank Sampah tersebut cukup simple, hanya terdapat area sirkulasi (dapat digunakan sebagai area pemilahan juga), dan terdapat area pembagian sampah (plastik, kertas, logam, gelas). Proporsi area pembagian sampah tersebut didapatkan dari urutan sampah mana yang biasanya paling banyak terkumpul-paling sedikit terkumpul.
Desain yang telah dirancang kemudian diserahkan kepada Mas Wahyono Jati Nugroho selaku Ketua Karang Taruna Kedungdowo (31/01/24) dan mendapat respon yang sangat positif. Mereka berharap Rancangan Bangunan Bank Sampah yang telah dibuat dapat segera terealisasi agar dapat bermanfaat baik kepada Karang Taruna itu sendiri maupun warga di sekitar.
Penulis: Muhammad Hafidz Abdullah
NIM: 21020120130079
DPL: Ir.Denis,S.T.,M.Eng.,IPM., ASEAN.Eng.
NIP: 199104172018071001
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H