Mohon tunggu...
Zarrah Shifa Mahdalivia
Zarrah Shifa Mahdalivia Mohon Tunggu... Mahasiswa - Seorang Mahasiswa Universitas Airlangga

Hobi membaca e-book dan mengumpulkan informasi.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Gaji dan Kesejahteraan Guru Honorer

20 Agustus 2023   17:15 Diperbarui: 20 Agustus 2023   18:04 253
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

           Semua komponen di masyarakat pasti memerlukan pendidikan berkualitas. Pendidikan berkualitas merupakan pendidikan yang mampu memberi sarana dan prasarana yang menunjang keberhasilan kegiatan belajar dan mengajar. Pendidikan seharusnya dimulai dari usia yang dini agar terbentuk karakter yang bermutu. Menurut Nurdin (2021:10-19), salah satu instrumen penting dalam pendidikan usia dini adalah guru, yang berkewajiban untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai serta mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, serta pendidikan mengengah. 

Status kepegawaian yang dimiliki oleh guru terdiri dari guru pegawai negeri dan guru non pegawai negeri atau dikenal sebagai tenaga honorer. Guru honorer dan guru pegawai negeri memiliki kewajiban yang sama, namun hak yang seharusnya diperoleh mereka berbeda. Guru honorer memiliki nasib yang tidak lebih baik dari guru pegawai negeri. Mereka tidak diupah sebagaimana mestinya, di saat harus mengajar anak didik yang terkadang sulit diatur atau diajari. Namun, peran dan aksi mereka perlu diapresiasi sebaik mungkin.

            Untuk bertahan hidup di era sekarang tidaklah mudah. Segalanya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu, dibutuhkan lapangan pekerjaan yang luas. Tapi, yang namanya manusia tidak bisa melakukan segala hal. Para pencari pekerjaan ini, mau tidak mau harus mengambil resiko akan pekerjaan mereka. Nah, para guru honorer tersebut perlu diapresiasi karena telah mengambil resiko meskipun tidak mendapat kompensasi yang seharusnya. 

Dewasa ini, tingkat kesejahteraan guru masih tergolong rendah, tidak setara dengan pengabdian yang diberikannya. Gaji merupakan aspek utama dan paling pokok dalam kesejahteraan seorang guru. Selain gaji, kesejahteraan guru juga meliputi kelancaran dalam kenaikan pangkat, kepastian karir sebagai guru, dan hubungan antar pribadi (Analisis Kebijakan Kesejahteraan Guru Terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan, 2020).

            Dengan gaji yang rendah tersebut, guru-guru honorer memang memiliki peranan yang teramat penting, terlebih lagi ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Dengan adanya guru di wilayah tersebut, maka anak-anak maupun remaja hingga dewasa bisa memperoleh pendidikan secara merata tanpa harus merantau ke pulau atau kota lain. Hal tersebut sudah lebih dari cukup bagi pemerintah untuk menyejahterakan para guru. Menaikkan gaji mereka atau bahkan menaikkan pangkat mereka akan menjadi solusi bagi kesejahteraan guru. 

Peran guru honorer bisa lebih disebut sebagai pengabdian daripada suatu pekerjaan. Perannya saja bisa lebih dari sekedar mengajar biasa karena kebanyakan sekolah di wilayah 3T belum memiliki fasilitas yang memadai. Jadi, guru honorer yang disebar ke wilayah tersebut diharuskan untuk mengajar secara aktif dan bisa menyesuaikan diri dengan wilayah mengajarnya. 

Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Lukmanul Hakim (2018), sebagai perencanaan pengajaran, seorang guru termasuk guru honor diharapkan mampu merencanakan kegiatan-kegiatan belajar mengajar secara efektif. Ia harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang prinsip-prinsip dan metode, dan sebagainya.

            Melihat aksi para guru honorer yang begitu luar biasa, ada beberapa langkah atau kebijakan yang bisa diterapkan pemerintah untuk menyejahterakan para guru honorer, antara lain meningkatkan anggaran pendidikan dan mengalokasikan dana khusus untuk membayar gaji para guru secara adil dan tepat sasara, memberikan penghargaan kepada guru honorer atas kontribusi dan dedikasinya dalam kegiatan belajar mengajar, memberikan dukungan moral, dan materi sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan. 

Dengan adanya kebijakan yang bisa diterapkan pemerintah tersebut, diharapkan kesejahteraan guru honorer meningkat secara materi maupun non materi. Para masyarakat umum pun bisa memberikan apresiasi kepada mereka karena sudah sukarela untuk mengajar di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) meskipun belum mendapatkan bayaran yang pantas atas jasa mereka.

Daftar Pustaka

Bagaimana Agar Guru Honorer Tetap Sejahtera. (21 Juni 2023). An-nur.ac.id. https://an-nur.ac.id/blog/category/ragam

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun