Selepas isya. Ada suara di televisi yang menyala.
Percakapan demi percakapan. Iklan demi iklan. Matamu terkunci di layar televisi. Mataku menatap segelas kopi pagi tadi.
Layar televisi mati.
Matamu kembali mengeja layar ponsel yang sejak tadi menepi. Mataku membaca mendung yang terdampar di halaman. Diam-diam malam berlalu. Dalam bisu.
**
Azan isya baru saja bertamu. Suara televisi tak jua bisu.
Percakapan demi percakapan lagi. Iklan demi iklan lagi. Kembali, matamu terkunci di layar televisi. Kembali, mataku menatap segelas kopi pagi tadi.
Layar televisi mati.
Matamu memandang ponsel yang terhampar di atas ambal. Mataku menatap butiran hujan yang berjatuhan di halaman. Malam tenggelam. Diam-diam.
***