2. Â Â Â Kejadian/peristiwa/pendapat yang menarik dan penting
3. Â Â Â Disajikan secepat mungkin (terikat oleh waktu)
4 Faktor yang Mempengaruhi Masyarakat
Dalam interaksi Sosial , individu beraksi membentuk pola sikap tertentu terhadap berbagai objek psikologis yang dihadapinya. Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah pengalaman pribadi, kebudayaan, orang lain yang dianggap penting, media massa, institusi atau lembaga pendidikan dan lembaga agama , serta faktor emosi dalam individu.
Karakter masyarakat merupakan kelompok kehidupan yang sangat komplek dengan berbagai kemungkinan yang mempengaruhinya, sehingga wajar ketika kharakter masyarakat terbentuk karena terjadi singgungan dalam kehidupan masyarakat.
Murtadha Mutahhari menerangkan bahwa masalah dinamika sejarah dan faktor-faktor penggerak yang menyebabkan gerak maju masyarakat biasanya dirumuskan dalam suatu cara terungkap sebagai pemikiran tertentu.
Manusia selalu memiliki rasa untuk hidup berkelompok akibat dari keadaan lingkungan yang selalu berubah atau dinamis. Perubahan-perubahan tersebut memaksa manusia memakai akal, kreaktivitas, perasaan serta daya tahanannya untuk menghadapinya seperti dalam kondisi suhu udara dingin membutuhkan jaket yang dibuat di tukang jahit, dalam kondisi lapar seseorang pergi ke warung untuk mencari makan.
Interaksi yang berlangsung selama hidup manusia menimbulkan sebuah kontak dan komunikasi social, dimana kedua hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari jika dua orang manusia bertemu. Kontak social terjadi jika seseorang atau beberapa orang melakukan hubungan dengan orang lain dan tidak harus berhungan secara langsung atau fisik.
Cara yang baik untuk mengerti tentang masyarakat adalah dengan menelaah cirri-ciri pokok dari masyarakat itu sendiri. Sebagai suatu pergaulan hidup atau suatu bentuk kehidupan bersama manusia. Maka masyarakat itu mempunyai cirri-ciri pokok , yaitu :
Manusia yang hidup bersama
Secara teoritis, jumlah manusia yang hidup bersama itu ada dua orang. di dalam ilmu-ilmu sosial, Â khususnya sosiologi, tidak ada suatu ukuran yang mutlak atau angka yang pasti untuk menentukan bebrapa jumlah manusia yang harus ada.