Taman yang dapat dinikmati dari balik jendela kamar dan jendela ruang kerja yang cukup lebar. Taman ini juga terhubung dengan ruang tamu dan ruang keluarga.
Taman sederhana yang dikenal dengan istilah Zen Garden. Zen adalah ketenangan, kedamaian, dan kesederhanaan yang dihadirkan melalui sentuhan alam; tanaman, bebatuan, pasir dan gemericik air. Sentuhan zen yang memengaruhi arsitektur Jepang yang klasik dan estetik. Salah satu elemen penting dalam Japandi dengan taman Zen ialah suara gemericik air yang menenangkan, memunculkan efek meditatif.
Pembuatan taman ini didasarkan pada tiga prinsip, yaitu kealamian (Shizen), kesederhanaan (Kanso), dan penghematan (Koko). Prinsip-prinsip inilah yang melahirkan desain dengan penekanan keseimbangan, kenyamanan, dan ketelitian.
Material utama dalam membuat taman zen ada tiga material antara lain adalah media tanam, pasir, dan kerikil. Pasir dan kerikil ditaburkan hingga menutupi area taman dan dibuat pola spiral atau bergelombang yang mewakili laut yang diyakini membantu menenangkan dan menjernihkan pikiran.
Elemen Kayu dan Bambu
Saya juga menginginkan semua material rumah dibuat dari kayu sama seperti gaya rumah tradisional Jepang yang sarat dengan unsur yang natural, terkesan hangat dan menenangkan.
Perpaduan antara lantai, dinding dan furniture yang mengandung elemen atau nuansa kayu yang sederhana justru membuat ruangan tampak elegan. Duduk di atas alas duduk dengan meja tamu yang sepadan bagi saya terkesan santai dan mengakrabkan.
Perabot pun tak perlu banyak, cukup perabot sederhana yang modern dan multifungsi ala skandinavian, mengingat rumah tidak mempunyai space yang luas.
Minimalis Modern
Berdasarkan ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa saya memimpikan rumah minimalis modern yang sederhana dan lekat dengan elemen alam. Mengapa memilih rumah minimalis?
Saya membayangkan masa tua saya pasti akan lekat dengan kesendirian meskipun saya mempunyai tiga orang anak. Mengapa demikian?