Mohon tunggu...
Yustinus Sapto Hardjanto
Yustinus Sapto Hardjanto Mohon Tunggu... lainnya -

Pekerja akar rumput, gemar menulis dan mendokumentasikan berbagai peristiwa dengan kamera video. Pembelajar di Universitas Gang 11 (UNGGAS)

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Capres – Catatan Tentang Calon Presiden 03 : Sampai Tetes Darah Penghabisan

6 Mei 2014   23:29 Diperbarui: 23 Juni 2015   22:47 73
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik



Seorang pejuang akan mengabdikan dirinya sampai dengan titik darah penghabisan, rawe-rawe rantas, malang-malang putung. Semangat para pejuang itu semenjak masa kemerdekaan diteruskan dalam diri Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Dalam diri setiap anggota ABRI terpatri semangat juang, bela negara sampai mati.

Semangat untuk berjuang sampai titik darah penghabisan itu ditunjukkan oleh Purnawirawan Jenderal Wiranto. Yang terus memelihara darah juang dengan menjadi calon presiden setiap kali Indonesia menyelenggarakan pemilu presiden.

Menjelang pemilu 2014, kembali Jenderal Wiranto mencalonkan diri sebagai calon presiden berpasangan dengan Hari Tanoe, yang awalnya berkiprah di Nasdem namun kemudian menyeberang ke Hanura. Masuknya Hari Tanoe ke Hanura membawa angin segar karena Hanura kemudian gencar di iklankan di jaringan media yang dikuasai oleh Hari Tanoe.

WIN-HT begitu singkatan nama calon presiden dan wakil presiden yang diusung oleh Hanura, jauh-jauh hari sebelum partai lain menentukan capres dan cawapresnya. Pasangan ini kemudian disosialisasikan lewat berbagai macam cara, salah satunya lewat Kuis Kebangsaan dan reality show Mewujudkan Mimpi Indonesia.

Jenderal Wiranto yang tentara ‘dipaksa’ untuk tidak kaku lewat acara Mewujudkan Mimpi Indonesia dengan menyamar menjadi tukang becak, pedagang asongan dan lain sebagainya. Lewat acara itu Jenderal Wiranto melakukan ‘blusukkan’ untuk mendengar keluh kesah dan derita masyarakat yang kemudian dikejutkan dengan bantuan darinya.

Sosialisasi dan kampanye yang gencar ternyata tidak berimbas secara bermakna pada perolehan suara partai Hanura dalam pemilu legislatif 2014. Perolehan suara Hanura tidak cukup untuk mengusung pasangan capres dan cawapresnya sendiri. Hanura harus mengajak dan mendapat dukungan dari partai lain jika ingin mengajukan pasangan presiden dan wakil presidennya.

Namun pasangan WIN-HT jelas sulit untuk diajukan dalam pilpres 2014. Partai yang diajak koalisi tentu saja akan mengajukan syarat, misalnya meminta kursi wakil presiden. Dengan demikian maka bisa saja Jenderal Wiranto tetap menjadi calon presiden namun wakilnya bukan Hari Tanoe.

Pasangan WIN – HT yang sudah sangat terkenal itu sekarang berada di ujung tanduk. Meski demikian pasangan ini masih mempunyai kepercayaan diri yang sangat tinggi. Sebab perolehan suara Hanura yang ternyata mengecewakan tidak membuat kemunculan pasangan WIN – HT di jaringan MNC menjadi surut.

WIN – HT masih terus dikampanyekan melalui kuis kebangsaan dan mewujudkan mimpi Indonesia. Pasangan ini masih terus dipertahankan seolah-olah akan berakhir dengan pendaftaran secara resmi di KPU paska penetapan anggota DPR terpilih nanti.

Semangat untuk terus mengelorakan pasangan WIN – HT oleh Hanura menunjukkan bahwa semangat juang sampai mati, berjuang sampai tetes darah penghabisan begitu merasuk hingga ke dalam tulang sumsum. Habis kalau habis, abu kalau abu, begitu kata kawan-kawan saya di Manado dan Ambon.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun