Berikut pokok-pokok pikiran LO DIY mengenai permasalahan sampah di DIY:
Pertama, bahwa TPST Piyungan merupakan kerjasama dari 3 kabupaten/kota yakni Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. Dalam pengelolaan sampah diperlukan kepastian hukum, kejelasan tanggungjawab dan kewenangan Pemerintah, Pemerintah Daerah, peran masyarakat, serta dunia usaha sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif dan efisien.
Kedua, bahwa saat ini TPST Piyungan sudah overload volume sampah terus bertambah sementara metode pengolahan sampahnya masih konvensional dengan sistem "open dumping";
Ketiga, secara jangka menengah, diperlukan metode pengolahan sampah secara sistemik dengan pendekatan teknologi yang mampu dibiayai serta dibangun oleh Pemda DIY.
Dari forum Gelar Kasus yang dilakukan oleh LO DIY, terdapat 5 (lima) metode penanganan sampah yang ditawarkan yaitu:
- Mengolah sampah menjadi energi, yaitu membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa);
- Mengelola sampah secara hidrotermal, yaitu sampah dimasukkan pada reaktor dengan suhu bertekanan tinggi sehingga akan menjadi lunak dan hancur yang kemudian cairannya bisa dijadikan pupuk dan sisa sampah padatnya dapat dijadikan bahan bakar;
- Melakukan pembriketan sampah dan biomasa yang berasal dari limbah hewan dan tumbuhan;
- Melakukan pengolahan sampah dengan cara pirolisis sampah ban;
- Melakukan pengelolaan sampah dengan cara pirolisis sampah plastik.
Keempat, mengusulkan untuk mempertimbangkan kerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki konsep teknologi serta analisis sosial terkait pengelolaan sampah.
Kelima, pemerintah daerah perlu membuat Rencana Aksi Daerah yang mendorong gerakan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Program ini harus melibatkan Academic-Businesses-Community-Government (ABCG). Tujuan utama gerakan ini adalah untuk mengurangi produksi sampah.
Keenam, dalam waktu dekat LO DIY akan membentuk tim bersama dengan pihak-pihak terkait dari berbagai elemen untuk merumuskan hal-hal yang konstruktif sebagai bahan alternatif solusi, juga sebagai dorongan dalam membangun etika dan semangat merangkai  solusi permasalahan publik.
Yusticia Eka Noor Ida
Komisioner Lembaga Ombudsman DIY
Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan dan Hubungan Kelembagaan
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H