Gerakan Perempuan Kian Hari Kian Menurun
Keaktifan perempuan dalam serikat buruh, masih memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Meskipun dalam catatan databoks 2021 menyebutkan proporsi pekerja perempuan bergabung dalam serikat pekerja sebesar 15, 07% lebih besar dari laki-laki yang hanya tercatat 10,53%, tetapi perempuan dalam aktif berorganisasi seperti rapat, edukasi, dan aksi massa masih dominan laki-laki. Hal ini, menunjukkan gerakan perempuan masih ketimpangan. Konteks ini, harus di evaluasi oleh pimpinan serikatnya, agar gerakan perempuan tidak menurun.
Gerakan perempuan kian hari kian menurun juga di sebabkan kurangnya dukungan dari gerakan laki-laki sesama buruh. Bisa di lihat, dalam aksi Internasional Women's Day 2024, kaum laki-laki tidak begitu banyak. Artinya, harus diperiksa kembali anggota buruh laki-laki, apakah saat ini, sudah memahami pentingnya perjuangan politik dalam membebaskan dari sistem politik patriarki. Kemungkinan, kurangnya pemahaman dan pendidikan yang dilakukan serikat, membuat gerakan buruh masih ada dikotomi, inilah yang harus dikerjakan oleh pimpinan serikat, yang harus memberikan edukasi untuk gerakan kesetaraan dan pembebasan perempuan dari politik patriarki.
Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H