Ibu SIti Zubadiah, Ibu SIti Solihah, Ibu Wiwin, Ibu Tri, Ibu Dewi dan Pak Djoko adalah perwakilan guru guru kami semasa sekolah dulu. Rasa haru bercampur rindu menjadi satu tatkala mereka , para guru tercinta ini masih mengenali beberapa muridnya yang mungkin sudah berbeda bentuk wajah dan proporsional tubuhnya. Ya dua puluh tahun adalah waktu yang sangat dan sangat lama untuk mengingat satu sama lainnya[caption caption="Pak Djoko salah satu guru "gaul" mewakili para guru sekolah"]
Â
Â
Â
Â
Â
[caption caption="para duru dan ketua kelas berpose bersama [kilas balik]"]
Acara dibuka oleh Duo MC (yessi dan Nur Fatimah) yang sejak smp sudah terkenal seantero sekolah, Sambutan Ketua Pelaksana Agus Syawal dan sambutan mewakili sekolah oleh Bapak Djoko. kemudian dilanjutkan doa oleh Yusuf Iman Dewanto yang dulu terkenal alimnya (bukan karena emaknya seorang guru loh).
Yang menarik dari reuni ini adalah, bukan lah pertemuan dan mengenang teman teman yang masih hidup, namun teman teman yang telah mendahului kita pun turut dalam penyajian slide slide yang menyentuh hati. Lagu di bawan batu nisan nya charlie mengiringi slide demi slide  teman teman yang telah mendahului kami.  Ardi Dio Salah satu teman kelas 3 F yang juga teman satu sekolah dasar di SDN Karawaci IV Tangerang , dua hari sebelum reuni (jumat) telah berpulang meninggalkan kami para kawan dan sahabat yang selalu merindukan kehadirannya.
Cahyana Komarudin dipenghujung  Awal Tahun 2012 baca kisahnya disini, Muhammad Aksan baca kisahnya disini  dan disini, Indra , Iani Ridha, Denok Soraya, Rudy yumarka dan lain sebagainya. Mereka adalah kawan kawan suka dan duka yang mendapat kesempatan terlebih dahulu menemui sang Pencipta. Semoga amal ibadah kalian diterima oleh Allah SWT, dilapangkan kuburnya, diterima amal ibadanya diampuni segala dosa dosanya. Tribut untuk mereka tidak pernah ada sebelumnya dalam reuni reuni yang pernah diadakan. Betapa mereka sangat berharga keberadaannya diantara kita.
[caption caption="reuni ramah anak, menyediakan tempat bermain anak anak yang mendidik menjadi SOP tersendiri"]