Mohon tunggu...
yurnaldi panduko rajo
yurnaldi panduko rajo Mohon Tunggu... -

menulis telah mengantarkannya menjelajah dunia imajinasi, dunia maya, dunia kata-kata, dan dunia nyata --dari benua Asia, Eropa, Afrika, hingga Australia. bersama sastrawan Hamsad Rangkuti, mengikuti pertemuan penulis dunia di Inggris, 2004. telah menulis dan mengeditori sejumlah buku. juga telah memberikan pelatihan kepada ribuan calon wartawan, wartawan, sarjana, mahasiswa, siswa, pejabat humas/public relation.

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Mentawai, Surga Wisata Dunia dengan Tujuh Ikon

8 Juni 2016   12:11 Diperbarui: 8 Juni 2016   21:22 860
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Wisatawan disuguhi kesenian budaya Mentawai menyambut GMT di Desa Silabu. (Foto Yurnaldi)
Wisatawan disuguhi kesenian budaya Mentawai menyambut GMT di Desa Silabu. (Foto Yurnaldi)
Tato Tertua di Dunia

Selama ini Mentawai yang memiliki luas daerah 6.001,5 km persegi, diburu wisatawan antara lain karena ingin tahu seperti apa ragam hias tato tertua di dunia itu. Bagi penulis, Mentawai bukan hal baru lagi. Karena tahun 1992, bersama Ady Rosa (1952-2014), penulis melakukan penelitian tentang Eksistensi Tato Mentawai, yang akhirnya membuahkan kesimpulan bahwa tato tradisional Mentawai adalah tato tertua di dunia.  Tato Mentawai sarat makna dan simbol. Keberadaannya sudah ada sejak zaman awal prasejarah (neolitikum), sejak 1.500 tahun sampai 500 tahun Sebelum Masehi, pada masa penyebaran bangsa Proto Melayu ke Nusantara yang berasal dari Yunan.

Dari penelitian penulis dan Ady Rosa di Desa Terekan Hilir, Bojakan, Simalegi, Simatalu, Pulikkoman, Matotonan, Lita, Sagalube, Paipajet, dan Taileleu di Pulau Siberut, ditemukan 160 motif tato tradisional Mentawai, dari 80 responden. Tato Mentawai menyimbolkan struktur kemasyarakatan, kepercayaan, ekonomi, dan kesehatan.

Pembuatan tato Mentawai dengan peralatan jarum, tangkai kayu, pemukul, dan lidi. Pewarnanya berasal dari arang tempurung yang dicampur air tebu. Pembuatan tato didahului dengan suatu prosesi punen enegat (upacara inisiasi) bertempat di puturukat uma (galeri rumah tardisional). Acara dipimpin oleh sikerei (dukun).

Pembuatan tato dilakukan bertahap. Tahapan pertama dimulai anak menjelang dewasa (11-12 tahun), pada bagian pangkal lengan. Tahap kedua, pada usia 18-19 tahun, pada bagian dada, paha, kaki, perut, dan punggung.

Fungsi dan makna tato dengan beragam motifnya, memiliki pranata sosial-budaya yang meliputi ekonomi, kesehatan, kepercayaan, teknologi, keahlian/kepiawaian, dan dekorasi atau hiasan tubuh. Fungsi tato sebagai jati diri suku, mempunyai kedudukan sebagai tato utama, dengan penempatan pada tubuh harus sesuai dengan aturan bakunya. Tato utama ini pun sekaligus menandai batas wilayah kesukuan.

Tato Mentawai berfungsi sebagai alat komunikasi bagi kelompok suku, lewat gambar-gambar yang terdapat pada tubuh mereka. Alat komunikasi ini adalah bahasa rupa yang terwujud melalui unsur-unsur gambar tato, hadir lewat simbol, tanda kenal, dan hiasan. Tato sebagai simbol bagi jati diri suku menjelaskan dari mana seseorang berasal, seperti tergambar lewat motif durukat tato bagian depan dada pria, dan dapdap tato bagian dada wanita. Namun, pada masing-masing wilayah kekuasaan suku, terdapat perbedaan dalam bentuk simbolnya.

Sedang tato sebagai tanda kenal pribadi, menyiratkan kemahiran atau kepiawaian seseorang. Seperti seorang pemburu sejati akan mudah dikenal lewat motif-motif joja, sunancura, sakkole, seguk, dan sakoyuan. Begitu pula dengan sikerei (dukun) akan terlihat pada motif sibalubalu dan tudak (kalung kebesaran sikerei). Jadi, bentuk-bentuk tato dan penempatannya sudah baku.

Namun demikian, masih ada ruang gerak bagi kebebasan kreatif pribadi, sehingga tato Mentawai ada yang memiliki fungsi hiasan. Motif yang digunakan umumnya adalah pulaingiania.

Flora dan Fauna Endemik

Mentawai memiliki keindahan alam dan kawasan hutan yang dikenal sebagai paru-paru dunia, biosfer dunia. Ada hutan hujan tropis, hutan primer dipterocarpaceae, hutan primer campuran, hutan pantai, hutan rawa-rawa, hingga hutan bakau.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun