Teknik Stop (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) dalam pembelajaran murid SMPLB (HAMBATAN PENDENGARAN) DI SLB NEGERI Baturaja
A. Pendahuluan
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan Yaitu "Dalam Undang-undang ini diatur mengenai Kesejahteraan lbu dan Anak adalah suatu kondisi terpenuhinya hak dan kebutuhan dasar ibu dan anak yang meliputi fisik, psikis, sosial, ekonomi, spiritual, dan keagamaan, sehingga dapat mengembangkan diri dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan fungsi sosial dalam perkembangan kehidupan masyarakat melalui upaya terarah, terpadu, dan berkelanjutan dengan memperhatikan pendekatan siklus hidup yang dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, guna memenuhi hak dan kebutuhan dasar lbu dan Anak. Sedangkan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan yang selanjutnya disebut Anak adalah seseorang yang kehidupannya dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan sampai dengan anakberusia 2 (dua) tahun. Begitu pentingnya Psikis yang menyangkut emosi ibu dan anak sehingga di atur oleh negara yang ditanda tangani oleh bapak presiden Ir.H .Joko Widodo.
SLB sebagai bagian dari  sekolah bagi anak-anak istimewa dan pendidikan khusus yang dirancang untuk memberikan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak-anak yang memiliki kebutuhan pendidikan khusus karena itulah guru harus mencari metode yang tepat sesuai kebutuhan murid.
Karakter anak SLB terkadang lebih emosional dari anak normal akibat dari keterbatasan secara psikis dan ketidakmampuan dalam mengeluarkan pendapat, membuat guru juga harus selalu berinovasi dalam pembelajaran.
B. Latar Belakang
Maraknya kenakalan remaja, tidak ada rasa hormat dengan orangtua dan guru membuat miris saya sebagai seorang pengajar dan juga ibu dua putra, kemudian saya menerapkan Teknik STOP Â (Latihan Teknik Pernapasan ) kepada murid saya yang memiliki hambatan pendengaran.
Saya mengajar di SLB dimana murid saya yang tidak dapat mengungkapkan kata-kata karena hambatan sejak lahir membuat emosi mereka tidak stabil. Apalagi terkadang tidak semua murid menguasai Bahasa isyarat sehingga Ketika berbicara sesuatu apabila tidak di mengerti teman atau guru membuat mereka emosi, tugas guru yang menenagkan agar menimbulkan kesadaran penuh pada murid.
C. Tujua Teknik S.T.O.P
Murid saya mengalami keterbatasan dalam pendengaran karena itu di perlukan Teknik S.T.O.P yang bertujuan
- Agar murid lebih fokus dan membuat murid tenang dalam menghadapi sesuatu masalah
- Agar timbul kesadarn penuh pada siswa
D. Tantangan yang dihadapi
1. Murid terkadang kurang focus ke Teknik S.T.O.P masih bermain
2. Waktu untuk mempraktekkan Teknik S.T.O.P
E. Implementasi Program
Praktik Kesadaran Penuh (Mindfulness)
Pada prinsipnya praktik kesadaran penuh merupakan segala aktivitas yang kita lakukan secara sadar. Apapun bentuk aktivitasnya - yang ditekankan adalah perhatian yang diberikan saat melakukan aktivitas tersebut. Meski demikian, terdapat juga praktik-praktik terpadu yang dikemas secara khusus untuk membantu kita. Praktik paling mendasar dan sederhana adalah melatih dan menyadari napas E.1 Pembelajaran metode ceramah (penyampaian tujuan)
Saya pilih Salah satu teknik melatih napas adalah Teknik STOP. Teknik ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, dan tanpa membutuhkan peralatan pada murid saya tanpa music hanya dengan hitungan.
F. Hasil Program
Setelah 6 bulan pelaksanaan metode dan program ini menunjukkan beberapa hasil positif
- Peningkatan Fokus Siswa  :
Ada 8 murid di kelas SMPLB Tunarungu yang menunjukkan peningkatan focus dalam belajar.
- Meningkatkan Kesadaran Penuh (mindfulness) murid saya dan lebih tenang dalam belajar.
G. Sumber Literatur
Harususilo, Y. E. (2019). Mindfulness, pendekatan pendidikan yang memanusiakan. 27 Juli 2019. www.edukasi.kompas.com. Diakses tanggal 4 Juni 2020
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H