"Telah kembali ke rumah Bapa di Surga, Senior kita terkasih Pdt. SAE Nababan 88 th (Emeritus Ephorus HKBP, mantan Presiden Dewan Gereja-gereja Sedunia, mantan Ketua Umum MPH PGI, Senior GMKI, Sekum DGI, di RS Medistra, Jakarta.
Semoga Tuhan memberikan penguatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Amin." ~ @Weinata Sairin - Kompasianer
Berita duka meninggalnya Pdt. Dr. SAE Nababan, LID ini dikirimkan ke saya oleh Pdt. Em. Weinata Sairin pada pukul 16.53 hari Sabtu, 8 Mei 2021, hanya 35 menit sejak beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Dan setelah itu, informasi terus mengalir dari rekan-rekan dan sahabat, baik lewat WA secara private dan group juga melalui media sosial serta media daring.Â
Saya tidak bisa menahan untuk tidak menuliskan tentang tokoh yang luar biasa ini. Walaupun tidak termasuk sangat dekat, tetapi saya beruntung masih sempat berinteraksi secara terbatas dengan beliau dalam lingkup tugas pelayanan gerejawi dan gerakan oikumene di wilayah Persekutuan Gereja-geraja Indonesia. Berharap catatan kecil ini sebagai dokumen tentang perjalanan legasi akhir dari seorang SAE Nababan.
Beliau lahir di Tarutung pada 24 Mei 1933, yang berarti meninggal dalam usia 88 tahun, yang nyaris terisi secara penuh tanpa jedah dalam kapasitas yang dimiliki sebagai tokoh gereja dan gerakan oikumene di Indonesia, di Asia dan di Dunia. Bahkan di usia yang sudah sangat lanjutpun masih terus berkiprah, pun terus mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari beragam lembaga di dunia.
Pdt Em Dr. SAE Nababan, LID yang meraih Doktornya pada usia 30 tahun di kota indah Heidelberg Jerman setelah menyelesaikan Sarjana Teologi di kampus STT Jakarta, dan sejak kembali ke Indonesia terlibat dalam pelayanan gereja, baik di gereja induknya HKBP, maupun di PGI dan lembaga lainnya.Â
Beliau termasuk yang paling lama menjabat sebagai Skretaris Umum Dewan Gereja-gereja di Indonesia dan diteruskan menjadi Ketua Umum PGI selama 20 tahun sebelum dia kembali ke HKBP sebagai orang nomor satu di sana, Ephorus HKBP.Â
Tidak hanya itu, SAE Nababan juga pernah menjabat orang kunci di Dewan Gereja Asia (CCA) yang berkedudukan di Hongkong, menjadi Presidein Dewan Gereja Dunia (WCC) yang berkedudukan di Genewa, Swiss, menjadi Orang penting di lembaga misi seperti UEM di Wupertal Jerman, dan juga Dewan Gereja Lutheran.Â
Saya beda gerenarasi dengan beliau, dan ketika saya mahasiswa dulu di Salatiga hanya mendengar saja kehebatan tokoh yang kharismatik ini, apalagi ketika dia berada di atas mimbar. Tetapi, saya merasa beruntung karena memiliki kesempatan berjumpa dengan Pdt yang sangat fasih berbahasa Jerman dan Inggris ini, terutama ketika saya menjadi salah sorang pengurus di dalam MPH PGI.