III. Jangan Abaikan Penjaga Keamanan Negara
Republik Sri Lanka, yang berbatasan dengan salah satu negara kecil di dunia yaitu Maladewa ini, dan memiliki penduduk sekitar 21 jutaan, dan oleh PBB menggolongan dia sebagai negara maju, sangat rawan dengan konflik internal antar kelompok.
Dipastikan, apa yang terjadi dua dua hari yang lalu akan menjadi pembelajaran yang sangat mahal bagi negara penghasil the terkenal ini. Walaupun tidak tertutup kemungkinan akan menjadi pintu masuknya konflik baru.
Kendati belum ada yang mengaku bertanggungjawab atas peristiwa yang sangat sadis ini, tetapi diberitakan bahwa ini lebih pada konflik kelompok local. Pun ada unsur dari luar tentu saja itu bisa saja terjadi mengingat kemajuan teknologi informasi dan keterbukaan pada aras globalisme saat ini.
Semakin terbuka suatu negara terhadap hubungan dan pengaruh dari luar, dan internasional serta global, maka ancaman terhadap pertahanan negara dan kemanan negara menajadi sangat rentan dengan tindakan-tindakan radikalisme dan terorisme serta perlawan pada kemanusiaan secara universal.
Oleh karenanya, negara harus menyadari betul tentang situasi itu. Dan karenanya harusnya penjagaan keamaan suatu negara menjadi super prioritas. Kalau tidak, maka seluruh masyarakatkan tidak aman, tidak nyaman dan akibatnya kekacauan negara. Kemajuan tidak akan pernah dicapai dengan baik dan cepat.
Pemerintah memang harus memiliki trust dan kepercayaan penuh kepada badan-badan keamanan yang dimiliki, dan terus menerus melatih, merawat meraka agar fungsi dan peran seperti Badan Intelihen Negara harus terus menerus terupdate.
Yupiter Gulo, 23 April 2019
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H