Mohon tunggu...
Yunia Ramadhanti Putri
Yunia Ramadhanti Putri Mohon Tunggu... Mahasiswi psikologi UIN jakarta

Hobi mendengarkan musik

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Gen Z Bermental "Tempe"? Kok Bisa?

21 Desember 2023   15:48 Diperbarui: 21 Desember 2023   23:13 287
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Berikut kesimpulan dari permasalahan yang dihadapi oleh remaja generasi Z :

1. Dampak dari bully/perundungan, tekanan hidup ( masalah keluarga, lingkungan, dan lain-lain ) tidak bisa dilihat di waktu itu juga. Tapi akan terlihat setelah sekian Tahun. Seorang anak akan mengalami perubahan dalam dirinya seperti : sikap, tingkah laku dan emosional.

2. Untuk mengatasi penyakit mental yang ada di remaja generasi Z sekarang, perlu dukungan semua pihak seperti Keluarga, pihak sekolah (guru), dinas Pendidikan dalam hal ini Kementrian Pendidikan, Aparat Kepolisian, lingkungan tempat tinggal serta tokoh-tokoh pemuka agama atau adat. Dengan dilandasi komitmen dan niat untuk membuat remaja generasi Z menjadi lebih baik.

3.  Keluarga dan sekolah harus lebih focus untuk mendidik bukan mengajar, anak-anak harus diarahkan untuk melakukan kegiatan yang positif kenapa ? jika anak mempunyai kegiatan yang positif, setidaknya bisa mengurangi pembullyan bahkan tawuran, karena anak akan fokus untuk mengejar prestasi. 

4. Orang tua juga harus peduli dan perhatian kepada anak-anaknya. Seperti contoh : orang tua harus tahu, anaknya berteman dengan siapa, pergi kemana, kegiatan apa saja dan lain sebagainya.

Demikian kesimpulan yang kami buat, semoga kedepannya penderita penyakit mental di kalangan Remaja Generasi Z bisa berkurang jauh. Karena salah satu dari korban bully bisa jadi menjadi pemimpin. Bagaimana bawahannya jika pemimpinnya ternyata mempunyai penyakit mental ? bagaimana nasib Bangsa Indonesia jika ada para pejabat atau pemimpinnya ternyata terkena penyakit mental ?

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun