Berikut kesimpulan dari permasalahan yang dihadapi oleh remaja generasi Z :
1. Dampak dari bully/perundungan, tekanan hidup ( masalah keluarga, lingkungan, dan lain-lain ) tidak bisa dilihat di waktu itu juga. Tapi akan terlihat setelah sekian Tahun. Seorang anak akan mengalami perubahan dalam dirinya seperti : sikap, tingkah laku dan emosional.
2. Untuk mengatasi penyakit mental yang ada di remaja generasi Z sekarang, perlu dukungan semua pihak seperti Keluarga, pihak sekolah (guru), dinas Pendidikan dalam hal ini Kementrian Pendidikan, Aparat Kepolisian, lingkungan tempat tinggal serta tokoh-tokoh pemuka agama atau adat. Dengan dilandasi komitmen dan niat untuk membuat remaja generasi Z menjadi lebih baik.
3. Keluarga dan sekolah harus lebih focus untuk mendidik bukan mengajar, anak-anak harus diarahkan untuk melakukan kegiatan yang positif kenapa ? jika anak mempunyai kegiatan yang positif, setidaknya bisa mengurangi pembullyan bahkan tawuran, karena anak akan fokus untuk mengejar prestasi.
4. Orang tua juga harus peduli dan perhatian kepada anak-anaknya. Seperti contoh : orang tua harus tahu, anaknya berteman dengan siapa, pergi kemana, kegiatan apa saja dan lain sebagainya.
Demikian kesimpulan yang kami buat, semoga kedepannya penderita penyakit mental di kalangan Remaja Generasi Z bisa berkurang jauh. Karena salah satu dari korban bully bisa jadi menjadi pemimpin. Bagaimana bawahannya jika pemimpinnya ternyata mempunyai penyakit mental ? bagaimana nasib Bangsa Indonesia jika ada para pejabat atau pemimpinnya ternyata terkena penyakit mental ?
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI