Sebuah keadaan sesungguhnya hanyalah seperti sebuah ladang yang mampu menumbuhkan apa saja yang ditanam diatasnya. Demikian juga keadaan kurangnya materi dalam sebuah keluarga. Jika disikapi dengan karakter yang baik, maka keadaan ini tidak menyulitkan bahkan mampu menjadi pemicu kebaikan dan mampu menjadi alat untuk melihat sebaik apa manusia yang mengalaminya.Â
Ketika kemiskinan menumbuhkan kebersamaan untuk saling melindungi atau saling menolong dalam berkeluarga, maka kemiskinan itu telah berhasil menjadi alat untuk menunjukan kemuliaan.
Keluarga bawah air lukisan Deon ini berhasil menggambarkan mereka yang miskin namun tetap menjadi orang baik dan bahagia, mereka tetap hidup bersama menumbuhkan dan merawat cinta dengan tulus. Berkeluarga dengan benar dan lainnya. Cinta dalam keluarga mereka tidak didasari kebutuhan materi atau kepura puraan. Dalam keadaan seperti inilah sesungguhnya kemuliaan manusia itu terlihat sangat mengagumkan.
Jadi sesungguhnya kebahagiaan dan kemuliaan itu adalah hak dan milik semua orang, baik miskin maupun kaya. Namun tentu harus diusahakan dengan cara yang berbeda. Semua yang ada telah diciptakan oleh Penciptanya dan baik adanya. Manusia tinggal menjalani apa yang Penciptanya ajarkan dan perintahkan maka kebahagiaan pasti menjadi miliknya.
Tulisan ini tentu tidak dimaksudkan untuk mendorong masyarakat untuk membiarkan kemiskinan. Kemiskinan dalam masyarakat tentu harus terus diusahakan untuk diminimalkan, dan itu tugas semua orang walau utamanya tetaplah pemerintah atau penguasa. Karena sesungguhnya tugas utama pemerintahan adalah melindungi dan menjaga mereka yang lemah, agar tidak tertindas, bukan sebaliknya lebih mengutamakan yang kuat dan kaya.
Karya Deon "Underwarter Family" tentu dapat dilihat sebagai tanda yang bermakna ganda. Sebagai tanda untuk menyadarkan mereka yang sedang atau mau berkuasa, akan tugas utamanya melindungi dan menjaga masyarakat yang lemah.Â
Namun sekaligus juga sebagai tanda yang dapat menyadarkan bahwa untuk menjadi bahagia sesungguhnya adalah harus tetap bersyukur dan membuat kebaikan, baik untuk dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat. Kebahagiaan itu hak semua orang.
Yulianto Liestiono
analis seni rupa, tinggal di Depok, 01 Maret 2019
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI