Mohon tunggu...
Yuliyanti
Yuliyanti Mohon Tunggu... Wiraswasta - Yuli adja

Yuliyanti adalah seorang Ibu Rumah Tangga memiliki kesibukan mengurus bisnis keluarga. Sebagai penulis pemula telah meloloskan 7 antologi. Penulis bisa ditemui di IG: yuliyanti_yuli_adja Bergabung di Kompasiana 20, Oktober 2020

Selanjutnya

Tutup

Life Hack Artikel Utama

Tajin Gula Merah, MPASI Murah Meriah, Kaya Manfaat Baik untuk Bayi

11 Juli 2021   10:34 Diperbarui: 9 Agustus 2021   17:18 887
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi MPASI, penganan pendamping asi. Sumber: PIXABAY/MAPLE HORIZONSAC via Kompas.com

Tajin Gula Merah, MPASI Murah Meriah, Nutrisi Tinggi Baik Untuk Bayi

MPASI, makanan pendamping asi bagi anak yang menginjak usia 6 bulan sangat diperlukan.

Seiring bertambahnya usia, bayi tidak hanya membutuhkan asi saja, MPASI menjadi tambahan makanan untuk menunjang masa pertumbuhannya.

Makanan pendamping asi yang kita berikan tentunya memiliki kandungan nutrisi, gizi yang lebih banyak. Sehingga memberi rasa kenyang dalam waktu cukup lama.

Topik kali ini mengingatkan masa kecil buah hati saya. Waktu itu semenjak melahirkan saya tinggal bersama ibu di kampung. 

Sedangkan suami berada di toko mengurus bisnis kami. Setiap sore pulang untuk sekadar menengok buah hatinya lalu kembali lagi. Baru sepekan sekali bermalam, kemudian esoknya kembali bekerja.

Setelah bayi berumur  2 bulan, saya berniat kembali bekerja lagi. Ibu dan suami pun mengizinkan. 

Namun, saya harus memberi cadangan asupan selama bekerja. Supaya bayi tidak merasa lapar menunggu kepulangan saya setiap pukul 11 siang.

Nah, ibu menyarankan saya untuk memberi asupan lain yaitu, "Tajin Gula Merah" kepada buah hati pengganti ASI selama beraktivitas.

Mungkin para pembaca ada yang belum mengetahui, apa itu Tajin dan manfaatnya untuk bayi.

Baiklah, saya akan berbagi sedikit pengalaman.

Sumber: Grid.id
Sumber: Grid.id
Menambah Vitamin dan Mineral

Apa itu Tajin?

Tajin adalah air yang digunakan untuk menanak beras. Air yang mendidih sesaat sebelum nasi matang jadi Aron.

Kebanyakan orang di kampung saya sering memberikan air tajin yang sedikit kental, seperti susu diberi secuil gula aren untuk pendamping asi.

Menurut Profesor Djoko Said Damardjati, pakar bayi sekaligus peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, air tajin dari beras yang belum terlepas kulit arinya mengandung mineral, enzim, antioksidan, vitamin B  dan Vitamin E.

Akan lebih baik lagi jika menggunakan beras merah ketimbang beras putih. Karena, beras putih yang dijual di pasaran sudah dibersihkan kulit arinya. Dulu saya memberi tajin dari beras hasil menumbuk sendiri.

Selama satu pekan melakukan cara ini, bayi tampak ceria dan baik-baik saja. Anakmu njilmo Nduk (tidak rewel). Kata Ibu kala itu.

Maka, saya menambahkan jam kerja.  Setelah istirahat dan memberi asi,  pun kembali bekerja hingga pukul 15:00 sore.

Ya, cukup lumayan, harus wara-wiri setiap hari menempuh perjalanan 12 km sekali jalan selama 2 bulan. Semua demi keluarga tercinta, tidak membuat lelah.

Setelah anak berusia 4 bulan, saya berniat mengajak tinggal di toko. Ibu pun mengizinkan, dengan alasan bayi sudah agak besar. Sepekan sekali kami mengunjunginya.

Seiring berjalannya waktu, bayi menginjak umur 6 bulan membutuhkan asupan yang lebih selain ASI dan Tajin. Saya memberikan selingan makanan tambahan berupa bubur SUN atau Milna.

Banyaknya pilihan rasa membuat saya senang, terkadang saya memberi rasa ayam kampung yang mengandung energi dan protein.

Terkadang bayam yang kaya Vitamin, zat besi asam folat kalsium dan kalium.

Beras merah, kacang hijau turut serta menjadi bagian asupan bubur bayi. Kandungan kalori, kalium, serat vitamin, mineral dan karbohidrat sangat diperlukan bagi tubuh.

Brokoli jenis sayuran cruciferous yang berkerabat dengan bunga kol dan kubis.

Mengingat kandungan yang terdapat pada jenis sayur tersebut sangat tinggi, yaitu protein, kalium, zat besi, kalori dan Vitamin C yang berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh. Semua itu menjadi tambahan asupan vitamin pada bayi.

Tidak lupa buah pisang banana yang kaya akan Vitamin C, B6, kaliun dan mangan. Buah tersebut dikerok dengan sendok sedikit dipenyet agar bayi mudah melumat.

Beberapa varian tersebut saya selang seling kala menyajikan. Supaya bayi tidak merasa bosan dan lidah bisa mengenali jenis rasanya.

Makanan pendamping asi yang diberikan memiliki kandungan gizi dan nutrisi tinggi. 

Makanan yang diolah menjadi MPASI mengandung zat yang mempengaruhi produktifitas enzim dan hormon.
Sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang lebih baik.

Selain bubur di atas saya pun sering memberi asupan Nasi Tim. Makanan terbuat dari beras ditanak dengan air lebih banyak, lalu direndam dalam mangkok tahan panas.

Saya mengolah dengan berbagai pilihan lauk, terkadang ditaburi ati ayam, ikan patin, ikan lele, wortel, buah apel diparut kemudian dikukus hingga matang. 

Sesekali saya merebus telur sebagai sumber protein hewani yang sangat cocok untuk bayi.

Membantu Proses Menggenggam 

MPASI lainnya adalah biskuit milna, makanan pendamping ASI yang bergizi yang diformulasi khusus dengan antioksidan, zat besi, kalsium serta sumber vitamin dan 5 mineral. Pemberian makanan ini sebagai proses belajar menggenggam.

Membantu Pertumbuhan Gigi

Selain untuk memenuhi asupan gizi, biskuit bayi Milna bisa dijadikan pembelajaran menggigit dan mengenal tekstur makanan yang beranekaragam.

Kalsium, Vitamin D, magnesium dan fosfor akan membantu membuat gigi menjadi lebih kuat. Karena masa ini juga masa pertumbuhan gigi pada anak.

Nah,  itulah beberapa cara saya memberi Menu MPASI makanan pendamping asi pada bayi.

Semoga dalam berbagi tips memberi asupan pada buah hati ini bermanfaat. Meski saya tahu, Bunda semua mempunyai cara yang berbeda dan lebih baik dari saya.

Apapun akan dilakukan pastilah demi kebaikan dan pertumbuhan buah hati tercinta.

Salam hangat dan jaga kesehatan, sehat selalu untuk Anda Pembaca Kompasiana di mana pun berada.

Referensi 1, 2, 3

#ArtikelYuliyanti
#TulisanKe-133
#Klaten, 11 Juli 2021

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Life Hack Selengkapnya
Lihat Life Hack Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun