Mohon tunggu...
Yuli Anita
Yuli Anita Mohon Tunggu... Guru - Guru

Jangan pernah berhenti untuk belajar

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas Artikel Utama

Gembira Belajar Matematika dengan Permainan Cerdas Cermat

15 Agustus 2023   12:15 Diperbarui: 19 Agustus 2023   08:46 976
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi anak kurang suka matematika ,sumber gambar : alodokter 

Hari itu tepuk tangan berkali kali terdengar dalam pembelajaran matematika. Guru membacakan soal demi soal, sementara siswa yang dibagi menjadi empat regu bergantian menjawab.

Di dekat papan tulis ada siswa yang diberi tugas untuk menulis nilai yang diperoleh tiap regu.

Nilai seratus langsung dihadiahkan pada regu yang bia menjawab soal dengan benar. Jika regu yang ditunjuk tidak mampu menjawab benar, maka pertanyaan dilempar pada regu yang lain. Regu yang bisa menjawab benar pertanyaan tersebut mendapat nilai 75.

Aha, suasana semakin seru. Apalagi ketika babak adu cepat. Siswa saling membantu menghitung dan memberikan semangat pada temannya yang menjawab.

***

Di atas adalah gambaran ketika kelas saya belajar matematika dengan menggunakan metode cerdas cermat.

Penggunaan metode ini bermula ketika di awal tahun pelajaran saya melakukan tes diagnostik pada siswa.

Tes diagnostik adalah tes untuk mendiagnosis kondisi siswa sebelum menerima pelajaran. Ada dua macam test diagnostik yaitu akademik dan non akademik.

Sesudah mengerjakan test sambil menunggu bel saya bertanya pada kelas, "Siapa di antara anak anak yang suka matematika ?" tanya saya.

Anak- anak saling menoleh. Mereka melihat saya agak ragu.

"Ya, siapa yang suka pelajaran matematika sejak SD?" ulang saya.

Kelas sepi. Dan di luar dugaan saya, hanya tiga orang yang angkat tangan.

Saya sempat kaget. Ini jawaban yang paling mengejutkan yang saya terima. Biasanya minimal sepuluh anak dalam kelas saya suka matematika.

"Oh ya? Ada yang bisa memberikan alasan pada saya mengapa matematika itu kurang  menyenangkan?" tanya saya sambil tersenyum.

Ilustrasi anak kurang suka matematika ,sumber gambar : alodokter 
Ilustrasi anak kurang suka matematika ,sumber gambar : alodokter 

Beberapa anak angkat tangan, " Rumit, Bu, saya kurang bisa menghitung," "'banyak rumusnya, Bu," "saya tidak memahami rumus dan cara memakainya, Bu.

Benar- benar sebuah tantangan. Tak kenal maka tak sayang. Nah, tugas saya sekarang adalah memperkenalkan kembali matematika dan membuat wajah matematika menjadi lebih ramah di depan anak anak, sehingga pada akhirnya mereka akan cinta matematika.

Selaras dengan ketidaksukaan siswa pada matematika, saya mendapatkan hasil test diagnostik akademik yang begitu rendah. Padahal soal berkisar pada operasi hitung sederhana bilangan bulat.

Skenario pembelajaran langsung banting stir. Pertemuan berikutnya kelas saya ajak mempelajari lagi bagaimana melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan bulat. Disambung dengan pertemuan berikutnya yaitu cerdas cermat

Tentang Cerdas Cermat

Sebuah acara Cepat Tepat di stasiun televisi, sumber gambar: Sumsel Satu
Sebuah acara Cepat Tepat di stasiun televisi, sumber gambar: Sumsel Satu
Cerdas cermat adalah sebuah lomba atau permainan dimana ada beberapa regu yang diberi pertanyaan, dan regu-regu tersebut berebut menjawab pertanyaan tersebut dengan benar.

Cerdas cermat tentunya bukan hal yang asing bagi kita semua. Dalam beberapa event, lomba ini masih sering diadakan. Tujuan utamanya untuk mengasah kemampuan kognitif pesertanya.

Zaman saya masih sekolah dulu, TVRI selalu menayangkan acara cerdas cermat satu Minggu sekali. Pernah menggunakan judul Cepat Tepat ataupun Cerdas Cermat. Bahkan ada acara TVRI zaman ORBA yang menggunakan konsep cerdas cermat yaitu Kelompencapir.

Kelompencapir (kelompok pendengar, pembaca dan pemirsa) diadakan dengan peserta para petani dan diberi pertanyaan berkisar tentang dunia pertanian. Biasanya Kelompencapir ditayangkan di akhir acara Dari Desa ke Desa. Seru sekali.

Siswa antusias dalam cerdas cermat, dokumentasi pribadi 
Siswa antusias dalam cerdas cermat, dokumentasi pribadi 

Lalu bagaimana persiapan sebelum pembelajaran dengan cerdas cermat ini dilaksanakan?

  • Membagi siswa menjadi empat kelompok. Karena kebetulan jumlah siswa di kelas saya adalah 32, maka tiap kelompok berisi empat siswa.
  • Memastikan bahwa komposisi kelompok berimbang. Ada siswa dari kemampuan level atas, sedang juga bawah. Ini bisa dipilah dari hasil test diagnostik.
  • Membuat perangkat soal. Soal yang diberikan pada empat regu harus berimbang tingkat kesulitannya dan materinya sama, supaya adil.
  • Cerdas cermat menggunakan materi di mana siswa harus memecahkan masalah sederhana dan cepat. Seperti melakukan operasi hitung, tanya jawab yang merupakan uji pengetahuan. Materi yang rumit dan memerlukan analisa kurang pas untuk metode ini.

Lalu manfaat apa yang bisa diambil dari pelaksanaan cerdas cermat di kelas matematika?

Setelah dilakukan di beberapa kali pertemuan yang paling bisa dilihat adalah siswa menjadi lebih bersemangat.

Mereka tidak begitu tegang saat pembelajaran matematika. Sebagai tandanya adalah makin banyak siswa yang berani bertanya atau maju ke depan saat pembelajaran matematika.

Fokus pada pertanyaan yang diajukan dalam Cerdas Cermat, dokumentasi pribadi 
Fokus pada pertanyaan yang diajukan dalam Cerdas Cermat, dokumentasi pribadi 

Kurikulum Merdeka memberikan kesempatan bagi kita untuk mengembangkan pembelajaran yang menarik sehingga siswa belajar dalam suasana yang menyenangkan.

Cerdas cermat, sebuah metode lawas, tapi terbukti sangat efektif untuk mengasah kemampuan siswa dalam operasi hitung juga meningkatkan rasa percaya diri dan kecintaan pada matematika.

Ya, berawal dari suka pada matematika harapannya ke depan siswa akan lebih bersemangat dalam belajar matematika dan akhirnya prestasi merekapun akan semakin meningkat.

Salam matematika :)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun