Hasil utama dari kecamatan ini adalah sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu sapi.Â
Dalam tulisan ini saya akan bercerita sedikit tentang kunjungan kami ke Santerra de Laponte atau Wisata Flora Santerra, sedangkan destinasi yang lain akan saya tulis di artikel yang lain.Â
Di balik namanya yang sangat unik, Santerra de Laponte begitu indah dan bisa dijadikan salah satu destinasi wisata jika kebetulan sahabat Kompasiana berkunjung ke Kabupaten Malang. Â
Setelah sekitar satu jam perjalanan dari kota Malang, kira-kira pukul sepuluh mobil kami mulai memasuki kawasan wisata Santerra de Laponte. Kami segera turun dan segera berjalan menuju pintu masuk.Â
Bunga begonia yang berjajar rapi di kiri kanan jalan seakan tersenyum menyambut kedatangan kami. Warnanya yang merah sedikit oranye, menyala tertimpa sinar matahari.Â
Aih, bunga yang begitu cantik. Saya tiba-tiba ingat di masa kecil. Ketika itu saya dan teman-teman sering bermain bunga ini karena banyak tumbuh di kampung kami. Tapi tentu saja tidak secantik begonia yang kami lihat pagi ini.Â
Kami segera menuju tempat pembelian tiket. Di antara bunga-bunga yang ada di sekitar kami, banyak dipasang peringatan-peringatan ataupun peraturan yang harus ditaati pengunjung Santerra de Laponte.
Setelah membeli tiket seharga  Rp30.000,00 per orang,  kamipun masuk lokasi wisata. Ah ya, harga tiket sudah termasuk vocher untuk membeli minuman dan bunga di dalam lokasi wisata.
Cantik dan menarik, itu kesan saya begitu  masuk semakin jauh di lokasi wisata ini.
Ya, konsep dari Santerra de Laponte adalah taman rekreasi beribu bunga yang dipadu dengan replika bangunan mancanegara dan berbagai wahana bermain anak-anak.Â