Mohon tunggu...
Yuli Anita
Yuli Anita Mohon Tunggu... Guru - Guru

Jangan pernah berhenti untuk belajar

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Perbedaan adalah Rahmat

4 April 2022   12:53 Diperbarui: 4 April 2022   13:23 953
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

 Tak demikian dengan suasana gang F yang sepi karena masih harus puasa satu hari lagi.
 
Di rumah saya pun pernak-pernik lebaran sudah mulai disiapkan.  Kue-kue,  dan yang paling penting adalah baju-baju untuk sholat ied besok.  

Ilustrasi anak kecil berlebaran,  sumber gambar: tokopedia.com
Ilustrasi anak kecil berlebaran,  sumber gambar: tokopedia.com

Esok harinya kami berangkat sholat Ied di masjid terbesar di kampung kami.  Setelah bersalam- salaman dengan jamaah kami langsung pulang

Kami sepakat silaturahmi keliling kampung besok saja dilakukan,  menunggu tetangga di gang F juga berlebaran.  

Tapi lain orang tua,  lain anak- anak.  Jika kami menahan diri untuk tidak bersilaturahmi dulu,  anak-anak kecil sudah janjian untuk berkeliling kampung  sambil mencari galak gampil.

 Galak gampil adalah semacam angpao yang diberikan pada anak- anak agar semua ikut gembira menyambut datangnya lebaran.  

Hari pertama lebaran langsung banyak penjual bakso dan es masuk gang kami.  Penjual rujak juga sangat laris.  Benar-benar rezeki bagi para penjual makanan.

Lebaran hari kedua tidak seramai hari pertama di gang kami.  Para penjual makanan pindah ke gang F. Ya, di gang F sedang berlebaran hari pertama.

Namun demikian anak-anak kecil tetap semangat.  Pagi pagi,  rupanya mereka sudah janjian. Dengan mengenakan baju lebaran kemarin,  mereka bersama-sama menuju gang F untuk mencari galak gampil lagi.  He.. He..

Sore hari sehabis Ashar saya mendengar dialog antara anak saya dan mas nya. Ketika itu mereka sedang menghitung uang galak gampil di kamar.  
"Kamu dapat berapa Zul? " tanya masnya.
"Banyak , Mas,  " kata si adik sambil menyebut nominal rupiah.
Kakaknya tertawa.
"Aku yo akeh...,  " katanya.

Izul si adik langsung menjawab, "Enak ya kalau roiyonya tidak bareng..  Galak gampilnya banyak.., "
"Iya, mudah mudahan tahun depan tidak bareng lagi.. " jawab si kakak sambil terus menghitung uangnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun