Apa yang terjadi saat ini dan kemaren  Sabtu malam, mungkin sulit untuk dibayangkan. Itu terjadi ketika ribuan demonstran yang marah  membanjiri ibu kota Colombo .
Polisi terpaksa mencabut jam malam Jumat sehari sebelumnya setelah partai-partai oposisi dan aktivis serta asosiasi pengacara mengancam kepala polisi.
Pengunjuk rasa anti-pemerintah bahkan memaksa otoritas kereta api untuk membawa ratusan demonstran ke Kolombo.Â
Sri Lanka hampir kehabisan persediaan bensin, orang-orang tidak dapat melakukan perjalanan ke ibu kota.
Sebelumnya  bulan Mei  sekelompok loyalis Rajapaksa menyerang pengunjuk rasa damai
sembilan  tewas dan ratusan lainnya luka-luka .
Kini memicu pembalasan pengunjuk rasa terhadap massa pro-pemerintah.
Giliran pengunjuk rasa yang datang menyerbu gerbang istana kepresidenan, Â mencebur ke kolam istana, salah satu pengunjuk rasa mengeluarkan apa yang dia klaim sebagai celana dalam Rajapaksa .
Presiden telah dilarikan oleh kapal angkatan laut  ke perairan selatan.Â
Perdana Menteri Rani Wickremesinghe,  yang mengambil alih pemerintahan  mengadakan pertemuan dengan para pemimpin politik .
Namun ia  gagal karena pengunjuk rasa  juga menyerbu kediaman pribadi perdana menteri dan membakarnya setelah malam tiba.
Detasemen keamanan yang menjaga rumah Wickremesinghe juga menyerang beberapa wartawan di luar rumah . Untungnya para keluarganya sedang pergi (diungsikan?)
Tidak diketahui, kenapa wartawan yang menjadi kebrutalan polisi.
Sri Lanka mrnderita setelah berbulan-bulan kekurangan barang-barang pokok, pemadaman listrik dan inflasi yang tinggi.
Pemerintah gagal membayar utang luar negeri ( $51 miliar) dan sedang mencari dana talangan IMF.
Kantor berita pemerintah, Sinhala.News. melaporkan, penyerangan oleh petugas keamanan terhadap wartawan sangat disesalkan.
Perdana Menteri meminta pasukan keamanan serta para pengunjuk rasa untuk menahan diri.
Ketua Mahinda Yapa Abeywardena mengumumkan  (09/07) bahwa pemerintah atau Presiden Gotabhaya Rajapaksa telah mengumumkan pengunduran dirinya dan akan terjadi  pada Rabu, 13 Juli 2022 .
“....tidak perlu lagi membuat keresahan di dalam negeri  agar negara tetap tenang." Ujarnya.
Perdana Menteri Ranil Wickramasinghe juga telah membuat pernyataan khusus .
"..memindahkan negara tanpa pemerintahan saat ini adalah suatu kesalahan dan  harus ada pemerintahan baru ketika pemerintahan ini pergi (berganti)" ujarnya
Juru Bicara Media Polisi, Inspektur Senior Polisi Nihal Talduwa mengatakan Polisi telah memerintahkan penyelidikan atas insiden  di depan kediaman Perdana Menteri.
"... penyelidikan  akan dilakukan terhadap para petugas dan tindakan disipliner akan diambil terhadap mereka." kata polisi.
Krisis parah di Sri Lanka akibat negara Bangkrut.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI