Bismillahirrahmanirrahim.
Saya tahu, sebagai Muslim yang baik kita selalu diajarkan untuk menjaga kebersihan diri. Termasuk salah satunya, saat buang air kecil. Tentunya kita harus buang air kecil yang baik menurut Islam. Terutama saat sudah dewasa dan akil balig.
Begini saja. Saya diklaim sudah dewasa sejak berusia 10 tahun. Harusnya di usia segitu sudah harus bisa mengetahui mana baik mana buruk. Namun, saya masih merasa sulit buang air kecil yang baik menurut Islam. Entah itu air seninya menetes di celana dalam, lupa menceboki bagian pribadi, atau celananya basah dari air bekas cebok. Menurut orang tua saya, ini cara buang air kecilnya anak kecil.
Mama saya memandang cara buang air kecil yang salah dapat membuat salat tidak sah karena terkena najis. Sedangkan papa saya memandang tidak ada orang dewasa yang mengompol atau buang air kecil sembarangan. Karena saya akan segera masuk dunia kerja, ekspektasi perusahaan sangatlah tinggi, termasuk kebersihan karyawannya. Karyawan yang sempurna adalah karyawan yang selalu menjaga kedewasaan dan kebersihan diri dengan tidak buang air kecil sembarangan.
Jadi, ini dia cara buang air kecil yang benar menurut Islam:
1. Berdoa sebelum masuk kamar mandi. Bunyinya:
"Allahumma inni a'udzubika minal khubutsi wal khoba'its."
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan lelaki dan setan perempuan.
2. Masuk ke kamar mandi dengan mendahulukan kaki kiri. Kamar mandi adalah tempat tercela sehingga kita harus mendahulukan kaki kiri.
3. Usahakan jongkok. Posisi buang air kecil sambil berjongkok dapat membuat otot punggung dan pinggul lebih rileks sehingga membuat proses pengeluaran air seni jadi lebih mudah.
4. Bersihkan bagian pribadi setelah buang air kecil untuk memastikan tidak ada sisa air seni yang keluar.
5. Berdoa sebelum keluar kamar mandi. Bunyinya:
"Ghufranaka."
Artinya: Aku memohon ampunan-Mu."
6. Keluar kamar mandi dengan mendahulukan kaki kanan.
Dan tidak - tidak ada hadis sahih yang menganjurkan berdeham saat buang air kecil. Saya sudah mencari hadis terkait berdeham saat buang air, dan semuanya daif (lemah). Berdeham saat buang air kecil memang bermanfaat secara medis, dan bisa membuat buang air kecil lebih tuntas. Namun tidak bisa dipertimbangkan sebagai sunnah Nabi Muhammad SAW.
Saya sudah dewasa, pastinya akan menikah dan menjadi seorang ayah. Ketika saya sudah memiliki anak, saya akan mengajarinya buang air kecil yang benar, walaupun usianya masih semuda 3 tahun. Kelak ketika dia sudah berusia 10 tahun, dan sudah akil balig, dia tahu cara menyucikan diri sesuai syariat Islam dan usia.
Tabik,
Yudhistira Mahasena
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI