Bismillahirrahmanirrahim.
Kita akan mengakhiri materi rukun islam di #MendadakDakwah episode hari ini dengan pembahasan tentang ibadah haji.
Haji berasal dari kata bahasa Arab, "hajj", yang berarti menyengaja. Dalam hal ini, seseorang sengaja mengunjungi kota suci Makkah untuk beribadah ke Baitullah, rumah Allah. Secara istilah, haji adalah ziarah Islam tahunan ke Makkah, kota suci umat Islam, dan hukumnya wajib bagi umat Islam. Haji harus dilakukan setidaknya sekali seumur hidup oleh semua orang Muslim dewasa yang secara fisik dan finansial mampu melakukan perjalanan, dan dapat mendukung keluarga mereka selama ketidakhadiran mereka.
Jenis-jenis haji:
1. Haji ifrad, yaitu proses melakukan ibadah haji yang terpisah antara ibadah haji dan ibadah umrah.
2. Haji tamattu', yaitu mendahulukan ibadah umrah dari ibadah haji.
3. Haji qiran, yaitu menyatukan ibadah haji dan umrah.
Rukun haji:
1. Ihram
2. Wukuf di Arafah
3. Tawaf
4. Sa'i
5. Tahallul
6. Tertib
Ihram, rukun haji yang pertama, adalah niat masuk (mengerjakan) ibadah haji dan umrah dengan menghindari hal-hal yang dilarang selama berihram. Mereka yang berihram disebut dengan istilah tunggal "muhrim" dan jamak "muhrimun". Calon jamaah haji dan umrah harus melaksanakannya sebelum di miqat dan diakhiri dengan tahallul.
Ketentuan pakaian ihram:
Bagi ikhwan:
1. Memakai dua helai kain yang tidak berjahit
2. Membuka bahu kanan dan menutup bahu kiri saat melakukan tawaf
3. Disunnahkan memakai kain berwarna putih
4. Tidak memakai baju, celana, dan sepatu yang menutup tumit
5. Tidak memakai penutup kepala
Bagi akhwat:
1. Mengenakan pakaian yang menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, dari pergelangan tangan hingga ujung jari
Makna di balik memakai pakaian ihram yaitu gambaran bahwa kita melepas pakaian sehari-hari, semua atribut yang digunakan, dan berserah. Ihram menunjukkan adanya kesamaan dan kesetaraan di hadapan Allah.
Larangan saat berihram: