Mohon tunggu...
Yudhi Hertanto
Yudhi Hertanto Mohon Tunggu... Penulis - Simple, Cool and Calm just an Ordinary Man

Peminat Komunikasi, Politik dan Manajemen

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Womenomics ala Jokowi dan Eight Wonders

29 Oktober 2014   22:25 Diperbarui: 17 Juni 2015   19:15 45
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kondisi yang serupa ditangkap PM Jepang Shinzo Abe yang menjelaskan mengenai stimulasi pertumbuhan ekonomi yang terletak pada konsepsi womenomics, dengan ide dasar bahwa semakin tercerahkan perempuan dalam sebuah masyarakat maka akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi negara yang semakin tinggi.

Keterlibatan perempuan dalam partisipasi aktif pembangunan, menurut Shinzo Abe, akan membuat efek berkelanjutan, dengan kata lain “masyarakat akan bertambah maju di mana perempuan bersinar." karena tiang penopang roda keluarga pada sebuah rumah tangga akan bergantung peran Ibu.

Dengan demikian, adaptasi Womenomics dalam tata kabinet pemerintahan Jokowi sudah berada dalam jalur yang sesuai, kita tentu menanti kerja lanjutan dalam prestasi pembangunan yang dilakukan sesuai dengan sektor bidang kemeterian yang dikomandoi para Ibu Menteri tersebut.

Jadi jangan pernah remehkan apalagi meragukan, karena ibu adalah orang tua yang sangat peka akan rintih kelaparan sang anak, dan sensitifitas emosional lebih dari sekedar kemampuan rasional serta intelejensi tinggi yang dibutuhkan oleh negeri ini, yang telah bebal dengan penderitaan rakyatnya.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun