Kali ini saya akan bercerita sedikit pengalaman mengikuti kegiatan kompasiana nangkring yang diadakan oleh kompasiana bekerjasama dengan pt antam yang terkenal dengan logam mulianya (bagi yang belum tahu). Acara ini merupakan pertama kalinya saya mengikuti kegiatan bersama dengan komunitas kompasiana, terutama di wilayah jawa timur meskipun artikel yang saya tulis hanya beberapa dan kecenderungan ulasan yang saya bahas pada platform ini sedikit ada muatan politik nya (definisi menurut pribadi) serta bersifat sedikit serius (sebenarnya juga tidak) tidak seperti di platform lain.
Pada kesempatan kompasiana nangkring kali ini, kompasiana bekerja sama dengan PT antam / aneka tambang yang merupakan salah satu badan usaha miliki negara dan merupakan salah satu kegiatan sosialisasi dari pt antam itu sediri yang diadakan pada salah satu rangkaian acara Investor Summit and Capital Market Expo di grand city mall surabaya pada hari jumat 19 agustus 2016 yang lalu, dan saat itu waktu yang disediadakan oleh penyelenggara sangatlah terbatas sehingga para kompasianer diberi kesempatan untuk bertanya - tanya lebih lanjut setelah acara talkshow pada booth pameran PT ANTAM.
PT Antam sendiri tidak hanya mengeluarkan produk berupa emas terdapat produk lain yakni bikih nikel dan feronikel yang merupakan bahan baku utama baja nirkarat / stainles steel, aluminia dan bauksit, batubara, emas dan perak serta pelayanan berupa jasa antam geomin, brankas, produk cetakan / pesanan khusus dan produk lainnya. Sedikit tambahan pengetahuan bahwa pt antam berdiri sejak 6 juli 1968 hingga hari ini dengan berbagai dinamika di dalam perusahaan itu sendiri.
Emas yang merupakan logam mulia, merupakan salah satu pilihan sebagai alat investasi jangka menengah - panjang, disamping investasi yang lain seperti deposito, investasi saham, atau bentuk investasi lain. Investasi dalam bentuk emas relatif lebih aman karena emas memiliki nilai yang tetap alias zero inflation, sebagai contoh seperti pada yang saya tampilkan pada gambar , sehingga emas tidak membuat anda bertambah kaya tetapi membuat anda tetap kaya, sehingga jika anda ingin menginvestasikan sebagian harta anda untuk jangka menengah (antara 3 - 5 tahun), emas merupakan pilihan yang tepat.

Produk emas pt antam memiliki jenis spesifikasi produksi dalam berbagai berat mulai dari 1 gram, 2.25, 3, 4, 5, 10, 25, 50, 100, 250, 500 dan 1000 gram yang memiliki sertifikat yang terjamin serta tanda khusus dari perusahaaan berupa kemasan khusus untuk emas batangan 50 dan 100 gram yang merupakan produk emas fisik dari pt antam. Selain dari produk emas batangan pt antam juga menyediakan produk khusus berupa emas batik yang serta emas pesanan khusus bagi korporasi atau personal degan cetakan tersendiri dan bentuk customize sehingga tidak harus berbentuk batang seperti emas untuk piagam penghargaan atau emas untuk olimpiade. Selain itu ada juga kabar terbaru yakni produk emas berbentuk liontin yang rencananya akan diluncurkan oleh pt antam dalam waktu dekat.

Salah satu produk spesial dari PT Antam yaitu berupa Emas Batik, yang merupakan emas dengan ukiran batik yang tersedia dalam 2 jenis yaitu produk 10 gram dan produk 20 gram, untuk spesifikasi produk emas 10 gram yakni panjang 15,3 mm, lebar 25,5 mm, tebal 1,5 mm sedangkan untuk produk emas batik 20 gram dengan spesifikasi panjang 18 mm, lebar 30 mm dan tebal 2,2 mm.
Salah satu yang menarik dari emas batik ini adalah nilai yang terkandung di dalam ukiran seni batik itu sendiri, terdapat 4 jenis ukiran batik yang diproduksi oleh pt antam yakni ukiran batik parang barong, ukiran batik kawung picis, ukiran sido mukti, dan ukiran batik mega mendung. Dari keempat ukiran tersebut ternyata memiki nilai dan fungsi masing masing.Â
Batik  Parang Barong
Seperti yang dijelaskan oleh PT Antam, ukiran batik pertama yakni batik parang barong memiliki makna untuk mengendalikan diri dalam dinamika usaha yang dinamis, serta sebagai simbol kebijaksanaan dalam pergerakan dan kehati hatian dalam bertindak. batik Parang Barong sendiri merupakan salah satu motif batik yang tertua di indonesia yang diciptakan oleh sultan agung hanyarakusuma, sehingga batik parang barong adalah adalah motif batik yang dipakai raja - raja jaman mataram.
Batik Kawung Picis
Ukiran Batik Kawung Picis / Kawung memiliki filosofi dan harapan agar manusia dapat mengingat darimana usul dan kodrati kehidupannya
Batik Sido Mukti
Kata Sido Mukti Berasal dari dua suku kata Sido yang artinya sebuah Keberhasilan dan Mukti yang berarti kebahagiaan, Sehingga Sido Mukti jika Diartikan yakni memiliki sifat untuk selalu memperoleh keberhasilan dan kemakmuran, disamping itu batik ini biasanya digunakan pada acara pernikahan adat suku jawa.Â
Batik Mega Mendung
Ukiran Batik Mega Mendung memiliki makna bahwa manusia harus mampu meredam amarah dalam situasi apapun, sehingga situasi sekitar dapat menjadi tentram, selain itu batik ini dikenal sejak abad ke 16 sebagai salah satu batik yang digunakan dalam pernikahan sunan gunung jati dengan ratu oeng tien di cirebon yang menjadi pintu gerbang masuknya budaya dan tradisi cina kedalam keraton cirebon.[3]

Sumber :
[1] : Materi Acara Kompasiana Nangkring
[2] : http://www.antam.com
[4] : sumber gambar lain dari kompasianer
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI