Mohon tunggu...
yuana chelseasalsabila
yuana chelseasalsabila Mohon Tunggu... Administrasi - mahasiswa

saya memiliki hobi memasak

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Jejak Langkah Akuntansi Syariah, Sebuah Studi Historis

16 Oktober 2024   16:04 Diperbarui: 16 Oktober 2024   16:04 14
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

akuntansi pada dasarnya adalah media pencatatan sekaligus penghitungan aktivitas ekonomi, termasuk ragam transaksinya sampai menjadi laporan keuangan yang berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. 

Dengan demikian, antara mencatat dan menghitung dapat dianggap berkaitan antara makna account, measure, assess, evaluate, dan bahkan compute. Manusia eksis di dunia, sejak lahir hakikatnya secara tidak langsung berkaitan dengan aktivitas ekonomi: konsumsi dan produksi.

Perkembangan akuntansi sebagai salah satu cabang ilmu sosial telah mengalami pergeseran nilai yang sangat mendasar dan berarti, terutama mengenai kerangka teori yang mendasari tuntutan perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Karim mengemukakan bahwa selama ini yang digunakan sebagai dasar konstruksi teori akuntansi lahir dari konteks budaya dan ideologi.

Demikian halnya dengan konstruksi akuntansi konvensional menjadi akuntansi Islam (syariah) yang lahir dari nilai-nilai budaya masyarakat dan ajaran syariah Islam yang dipraktikkan dalam kehidupan sosial ekonomi.

Akuntansi syariah dapat dipandang sebagai konstruksi sosial masyarakat Islam guna menerapkan ekonomi Islam dalam kegiatan ekonomi. Akuntansi syariah merupakan subsistem dari sistem ekonomi. Keuangan Islam digunakan sebagai instrumen pendukung penerapan nilai-nilai Islami dalam ranah akuntansi. Fungsi utamanya adalah alat manajemen yang menyediakan informasi kepada pihak internal dan eksternal organisasi.

Perkembangan Awal Akuntansi Syariah 

Perjalanan ilmu pengetahuan ekonomi terbesar, khususnya akuntansi, sudah berkembang pesat dan salah. kesalahannya itu ilmu pengetahuan ekonomi dan akuntansi sudah melahirkan suatu karya laporan keuangan yang menyalah gunakan bagi pemakai laporan keuangan, karena laporan keuangan yang dihasilkan memiliki nilai egoisme sehingga kepentingan diri sendiri terabaikan.

 Akibatnya, laporan tidak menunjukkan informasi yang sebenarnya hingga keputusan yang diambil pemakai laporan keuangan ikut salah. 

Masa yang sudah tua dan zaman yang sudah maju, misal sekarang ini terlalu membuang waktu jika kegiatan yang manusia lakukan termasuk berakuntansi mengikuti perasaaan karena pada kenyataannya ada nilai-nilai yang pantas dan patut untuk diperhatikan agar segala kegiatan yang dilakukan menjadi benar dan baik. Penting untuk diingat dalam merumuskan segala macam ilmu pengetahuan , juga akuntansi, berasal dari 2 sumber . 

Yang pertama bernama kauliyah yaitu ilmu yang asalnya dari firman-firman allah dan rasulnya, dan yang kedua itu bernama kauniyah yaitu ilmu yang asalnya dari fenomena alam ataupun ilmu-ilmu allah yang ada di alam semesta. 

Seperti ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dan didasari sumber kauniyah saja, tanpa ada kolaborasi dari ilmu allah yang ada di alquran ,akibatnya ilmu yang berkembang tidak terkontrol, sebagian berkembang dengan baik, tapi sebagiannya lagi salah. 

Untuk cegah dampak buruk tersebut , ilmu pengetahuan yang berkembang harus terkolaborasi oleh sumber ilmu yang 2 tadi. ilmu pengetahuan ilmiah itu hasil dari kolaborasi 2 sumber tersebut (kauliyah dan kauniyah), hingga ilmu pengetahuan ilmiah yang di hasilkan lebih kuat dan memiliki nilai. 

Dari sisi lain ilmu pengetahuan, akuntansi itu ilmu yang mencoba mengubah bukti dan data menjadi informasi dengan cara melakukan pengukuran atas berbagai macam transaksi dan di kelompokkan menjadi akun seperti aktiva, utang, modal, pendapatan, biaya, dan laba. Aturan akuntansi dalam konsep syariah dapat di artikan sebagai kumpulan dasar hukum yang baku dan permanen, yang di simpulkan dari sumber-sumber syariah islam dan digunakan sebagai aturan oleh seorang akuntan dalam melakukan pekerjannya, baik dalam pembukuan, analisis, maupun penjelasan , serta menjadi landasan dalam menjelaskan suatu kejadian. 

 

Dalam penyusunan akuntansi syariah, mungkin ada persamaan dengan akuntansi konvensional, khususnya dalam metode dan menjalankannya, seperti dalam bentuk pemakaian buku besar, sistem pencatatan, proses penyusunannya bisa lama. Namun, perbedaan akan ada ketika membahas kualitas dari isi laporannya karena berbedanya ilmu masing-masing.

Sejarah lahirnya akuntansi syariah tidak lepas dari perkembangan islam , kewajiban mencatat transaksi nontunai ada di (QS Albaqarah : 282) ,yang mendorong umat islam peduli terhadap pencatatan dan menimbulkan kebiasaan pencatatan di golongan umat islam ,serta merupakan salah satu faktor yang mendorong kerja sama. 

Rasulullah SAW juga semasa hidupnya mengajarkan secara khusus beberapa sahabatnya untuk menangani pekerjaan akuntan dengan sebutan hafazhatul amwal atau pengawas keuangan. 

Sejarah membuktikan bahwa ilmu akuntansi telah lama dilakukan dalam dunia islam , seperti kata jurnal ( dulu dinamakan zornal) telah lebih dulu di gunakan pada masa khalifah ,dengan sebutan jaridah untuk buku catatan keuangan . 

Begitu juga dengan buku double entry yang di tulis oleh Luca Pacioli , dapat kita lihat dari sejarah ternyata islam lebih dulu mengenal isitilah sistem akuntansi, karena alquran sudah diturunkan tahun 610 Masehi, itu 800 tahun lebih dulu dari Luca Pacioli yang menerbitkan bukunya tahun 1494.

Kebangkitan Baru Akuntansi Syariah  

kebangkitan islam baru sudah menjangkau bidang muamalah dengan umum dan bidang-bidang finansial juga lembaga-lembaga keuangan secara tersendiri. 

Sekelompok orang ahli akuntansi sudah mengadakan penelitian dan studi-studi ilmiah tentang akuntansi menurut islam. Perhatian mereka lebih konsentrasi pada beberapa bidang , yaitu bidang penelitian, pembukuan, seminar, pengajaran di lembaga-lembaga keilmuan atau sekolah dan kampus, juga implementasi pragmatis . 

Contoh sebagian dari usaha awal dimasing bidang ,seperti : kebangkitan akuntansi syariah dalam bidang penelitian , kebangkitan akuntansi syariah dalam bidang pembukuan, kebangkitan akuntansi syariah di sekolah-sekolah dan kampus, kebangkitan akuntansi syariah dalam bidang implementasi. 

Perkembangan akuntansi DI Indonesia (IAI) 

Waktu Indonesia sudah merdeka, cuma ada satu orang akuntan dalam negri, yaitu Prof. Dr. Abutari, sedangkan Prof. Soemardjo lulus pendidikan akuntan di negri Belanda waktu tahun1956. 

Akuntan-akuntan yang pertama lulus dari Indonesia sendiri ada: Basuki Siddharta, Hendra Darmawan, Tan Tong Djoe, dan Go Tie Siem. Mereka lulus pertengahan waktu tahun 1957. Keempat akuntan-akuntan itu ,termasuk Prof. Soemardjo juga , mengambil langkah awal untuk mendirikan perkumpulan akuntan untuk bangsa Indonesia saja.

 Tanggal 17 Oktober 1957 , kelima akuntan--akuntan itu  bertemu di aula Unevirsitas Indonesia dan sepakat mendirikan perkumpulan  akuntan Indonesia, yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia berdiri  tanggal 23 Desember 1957, waktu pertemuan ketiga pukul 19.30 . 

Dan sat ini IAI adalah satu-satunya tempat penampungan yang mewakili pekerjaan akuntan Indonesia secara keseluruhan, IAI juga merupakan pendiri ASEAN  Federation of Accountans biasa di singkat AFA,  dan saat ini menjadi sekretariat permanen AFA.

Kesimpulan

Sejarah akuntansi dalam konteks Islam menunjukkan bahwa pencatatan transaksi sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW, menegaskan pentingnya akuntansi dalam muamalah. Kebangkitan akuntansi syariah di Indonesia ditandai dengan adanya lembaga dan penelitian yang mendalami aspek ini, dengan Ikatan Akuntan Indonesia sebagai pelopor perkembangan akuntansi di tanah air.

Secara keseluruhan, akuntansi syariah berfungsi untuk menyediakan informasi yang transparan dan bertanggung jawab, mendukung tujuan ekonomi yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Drs Osmad Muthaher, M. Si

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun