Mohon tunggu...
Yoza Fitriadi
Yoza Fitriadi Mohon Tunggu... Guru - Sang Penjejak

Seorang Guru yanghobi menulis dan bercerita tentang apapun pada alam sekitar

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin

16 April 2023   12:49 Diperbarui: 16 April 2023   12:59 193
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN 

TUGAS 3.1.A.8. KONEKSI ANTAR MATERI

 

Oleh: Yoza Fitriadi, S.Pd., Gr.

CGP Angkatan 7 Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu

"Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best"
Bob Talbert

Sepenggal kutipan menelisik dari seorang pengarang, Bob Talbert akan kondisi realita saat ini. Ya, mengajarkan anak menghitung itu baik. Namun mengajarkan mereka apa yang berharga atau utama adalah yang terbaik. Hal ini tentu saja amat berkaitan dengan yang saya pelajari di program pendidikan penggerak terutama pada modul 3 ini, yakni tentang pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran nantinya akan menghadapi dilema etika dalam mengambil keputusan. Harus bijak dalam menghadapi problematika yang muncul. Muatan pembelajaran harus disampaikan, namun karakter anak juga tetap dipertimbangkan pada lingkungan pendidikan wellbeing yang nyaman dan berpihak pada murid. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan pembelajaran berdiferensiasi maupun pembelajaran sosiol emosional di dalam kelas untuk mewujdukan profil pelajar pancasila yang sesungguhnya.

Hal ini sejalan dengan pendapat dari Georg Wilhelm Friedrich Hegel bahwa education is the art of making man ethical, pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis. Kutipan ini memuat makna bahwa pengambilan keputusan dilema etika maupun bujukan moral bagi seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan haruslah tetap memperhatikan nilai-nilai kebajikan yang ada.

Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin. Konsep Patrap triloka yang terdiri atas tiga semboyan utama yaitu Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani. Prinsip di depan memberi teladan, di tengah membangun motivasi, dan di belakang memberikan dukungan akan menjadi pijakan penting dalam pengambilan keputusan yang berpihak pada murid dalam rangka memanusiakan manusia seutuhnya. Pemimpin pembelajaran sejati dapat menjadi panutan dan motivasi bagi orang lain ketika mengambil keputusan dalam kasus dilema etika maupun bujukan moral yang datang.

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita pun nantinya akan berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang akan diambil dalam pengambilan suatu keputusan. Sebagai Calon Guru Penggerak, ada nilai-nilai yang harus dipegang dan diimplementasikan seperti nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid. Keputusan inilah diambil akan lebih bijak tatkala mempertimbangkan berbagai aspek tanpa meningglkan esensi dari aturan yang ada.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun