Dari segi pemasaran, masuknya pemain asal Indonesia akan menguntungkan klub Malaysia. Karena, datangnya pemain asal Indonesia dinilai mampu menarik minat para TKI di Malaysia  untuk datang ke stadion. Di sini, mereka betul-betul belajar dari tingginya animo suporter Tim Garuda, saat SEA Games 2017 lalu.Â
Selain itu, keberadaan para pemain asal Indonesia bisa dijadikan modal bagi mereka untuk dapat merambah pasar Indonesia yang sejak lama dikenal sebagai negara yang "gila bola". Potensi inilah yang sedang coba digali Liga Malaysia dengan peresmian transfer Evan Dimas-Ilhamudin ke Selangor sebagai momentum besarnya.
Bagi PSSI, kesepakatan ini menghindarkan mereka dari ancaman sanksi FIFA (jika Selangor melaporkan mereka ke FIFA). Selain menghilangkan perseden buruk, kesepakatan PSSI dan FAM kali ini bisa jadi awal dimulainya masa "ekspor" pemain lokal kita ke Malaysia, bahkan ke negara-negara ASEAN, terutama jika Evan dan Ilham nantinya sukses di Selangor.Â
Tak menutup kemungkinan, jika nantinya Indonesia akan jadi negara eksportir pesepak bola di ASEAN, terutama jika liga di negara-negara ASEAN lainnya, juga menerapkan kuota pemain ASEAN.
Dari teknis, ini jelas akan menguntungkan bagi kita. Karena, dengan banyaknya pemain yang berkualitas ekspor dan tak pernah sepi peminat, kualitas pembinaan pemain muda akan ditingkatkan. Otomatis, pemain yang dihasilkan akan makin berkualita dan berdaya saing tinggi dari waktu ke waktu.Â
Imbasnya, Timnas Indonesia akan semakin kuat, meraih gelar juara bukan lagi mimpi. Tapi, semua ini hanya akan terwujud jika PSSI mampu memanfaatkan momentum dengan baik dan mau segera berbenah.
Semoga sukses di negeri jiran, Evan Dimas dan Ilhamudin!
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H