Mohon tunggu...
Yosef MLHello
Yosef MLHello Mohon Tunggu... Dosen - Bapak Keluarga yang setia. Tinggal di Atambua, perbatasan RI-RDTL

Menulis adalah upaya untuk meninggalkan jejak. Tanpa menulis kita kehilangan jejak

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Pilihan

Presiden Jokowi Tokoh Fenomenal Saat Ini

1 Desember 2022   22:47 Diperbarui: 1 Desember 2022   23:03 448
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Presiden Jokowi Tokoh Fenomenal dengan Pakaian Adat Timor (Sumber:setpres)

Sebagai Presiden Republik Indonesia yang Petahana, seluruh sepak terjang beliau sudah pasti selalu menjadi  sorotan utama dalam berbagai media sosial baik cetak maupun digital dan elektronik.

Apapun yang beliau lakukan atau katakan sudah pasti akan menjadi berita menarik baik dalam hal yang positif maupun yang negatif. Bahkan tidak tanggung-tanggung menjadi bahan 'olok-olokan', meskipun hal itu tidak sepantasnya dilakukan bagi seorang Presiden kita.

Presiden RI ke-7 yang sekaligus menjadi presiden Indonesia pertama yang bukan berasal dari elite politik atau pun dari militer ini sangat terkenal dengan program 'blusukan'nya itulah yang menjadikan beliau terpilih selama dua periode.

Baca juga: Buya Syafi

Setiap kali kunjungannya ke daerah-daerah selalu menjadi 'rebutan' masyarakat baik bapak-bapak maupun ibu-ibu, baik tua maupun muda untuk bertemu beliau. Selalu saja ada orang baik bapak maupun ibu yang serobot masuk dalam barisan Presiden dan yang membuat para pengawalnya kewalahan.

Bahkan Joko Widodo merupakan Presiden yang sangat suka berkunjung ke Propinsi Nusa Tenggara Timur, pada hal Nusa Tenggara Timur tak ada apa-apanya, kecuali sangat terkenal sebagai Nusa Tetap Tertinggal selama bertahun-tahun sejak Indonesia merdeka.

Namun sejak Ir. H. Joko Widodo menjadi Presiden RI ke-7, memberi perhatian ke Propinsi Kepulauan ini, Nusa Tenggara Timur semakin menampakkan wajahnya yang penuh harapan. Dan seolah-olah membenarkan dan memberi harapan bahwa Propinsi Nusa Tenggara Timur betul-betul akan menjadi Propinsi Nanti Tuhan Tolong.

Selain itu, banyak gebrakan yang dibuat oleh Joko Widodo dengan lebih memberi perhatian pada pembangunan infrastruktur khususnya di Indonesia bagian Timur. Karena beliau tahu bahwa selama hampir 50 tahun lebih seluruh perhatian pembangunan lebih kepada Indonesia bagian Barat bahkan bersifat Jawasentris.

Sehubungan dengan pesan politik yang disampaikan Presiden Joko Widodo melalui acara  sukarelawan Jokowi yang dilakukan di Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu, 26 November 2022 menarik perhatian berbagai pihak untuk menafsirkannya. Dan karena beliau sebagai Petahana, apapun yang beliau katakan atau lakukan akan menimbulkan aneka tafsiran. 

Menurut saya, ada sekurang-kurangnya tiga kelompok masyarakat yang akan berusaha untuk selalu menafsirkan apapun kata dan apapun gerak-gerik yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, yaitu:

Pertama, Kelompok Para Pengamat Politik.

Kelompok yang pertama ini boleh dibilang 'para ahli atau arsitek politik' yang akan berusaha untuk memberi penafsiran atas apa yang dikatakan atau dilakukan oleh Presiden Jokowi sebagai Petahana. Misalnya soal kemarin ketika beliau melontarkan tentang sosok presiden 2024 yaitu yang 'berkerut dahi dan berambut putih' menjadi makanan yang empuk bagi para pengamat politik untuk mengartikannya.

Kedua, Kelompok Para Jurnalis.

Kelompok kedua yang berusaha mengambil keuntungan dari setiap kata dan gerak Bapak Presiden adalah para wartawan dan jurnalis baik media cetak maupun elektronik. Sebuah tindakan atau kata yang kecil saja, asal itu dikatakan atau dibuat oleh Presiden akan menjadi pemberitaan yang menarik dari para wartawan. 

Bahkan seorang jurnalis akan berusaha menempatkan kata-katanya pada mulut Presiden Jokowi seolah-olah itu adalah kata-kata yang keluar dari mulut Sang Presiden.

Ketiga, Kelompok Para Relawan.

Kelompok ketiga yang tidak kalah pentingnya adalah para relawan, baik itu para relawan Jokowi sebagai kawan, maupun para relawan politik lainnya sebagai lawan. Para relawan Jokowi yang telah menghantarnya sebagai Presiden selama dua periode, tentu akan membaca setiap kode yang dibuat Presiden Jokowi sebagai kode mereka sendiri. 

Sedangkan bagi para relawan politik lainnya sebut saja Relawan Pak Prabowo sudah tentu membaca ke arah mereka. Lain lagi denga relawannya pak Ganjar Pranowo akan membaca kode itu sebagai arah yang dituju. Demikian pun kelompok relawan lain akan berusaha membaca dan menafsirkan kode itu demi kepentingan tokoh atau kelompoknya.

Pendek kata, setiap relawan dan kelompok sudah pasti membacanya demi kelompoknya, tidak mungkin akan membaca kode itu untuk memenangkan orang lain.

Seperti Lionel Messi yang pernah menjadi salah satu dari 10 Tokoh Fenomenal dunia terutama dari lapangan sepak bola, demikian pun menjelang Pilpres 2024 ini, Presiden Joko Widodo merupakan Tokoh Fenomenal saat ini. Para Pengamat Politik akan berusaha menafsirkan apapun yang dikatakan bahkan membaca 'gerak tubuh' Presiden Jokowi lebih condong ke mana. 

Demikian para Jurnalis terutama jurnalis politik akan berusaha membaca dan menyuarakan setiap kode politik dari Presiden Jokowi. Apalagi kelompok para relawan Jokowi dan relawan politik lainnya. Mereka tidak akan tinggal diam. 

Oleh karena itu, sebagai Tokoh Fenomenal saat ini sebaiknya Pak Presiden Joko Widodo tidak terlalu membuat statement atau pun gerak tubuh yang condong kepada tokoh Capres tertentu agar tidak menimbulkan salah persepsi. Demikian pun para relawan Jokowi tidak bertindak seolah-olah mereka yang akan menentukan siapa yang menang pada Pilpres 2024. 

Peristiwa GBK 26 November 2022 lalu sebagai ruang temu kangen para relawan Jokowi tidak menjadi catatan negatif bagi  Presiden Jokowi sebagai Tokoh Fenomenal saat ini. Maka setiap tindakan dan perkataan para relawan Jokowi harus mencerminkan ketokohan seorang Jokowi.

Mudah-mudahan tulisan ini berkenan.

Atambua: 02.12.2022

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun