Alasannya sama, yaitu agar emosi karakternya lebih bisa dinikmati khususnya pada adegan persidangan rasis yang sangat legendaris tersebut.
Nah, Parasite versi B&W pun demikian. Di beberapa adegan memang sangat terasa perbedaannya terkait penggunaan warna B&W di sepanjang film.
Seperti adegan close up ke wajah karakter pada beberapa dialog, adegan menyiram air ke seorang pemabuk di depan rumah Mr.Kim, berbagai adegan steady shot yang memperlihatkan sebuah landscape atau ruang yang memberikan pesan metaforis, hingga adegan final atau konklusi yang terasa lebih mengena, magis, dan tentu saja lebih menggigit.
Pun perbedaan paling terasa adalah pada sisi pencahayaan dan sinematografinya. Di mana pada versi full color-nya saja sudah tersaji dengan sangat baik.Â
Maka pada versi B&W kali ini, kedua hal tersebut tampak lebih dominan 'mewarnai' keseluruhan film, sehingga mampu menghasilkan visual yang grande dan stylish walaupun tampil dengan warna monokrom. Karena dengan keterbatasan warna, maka tata cahaya di film ini nampak menjadi semacam x-factor yang mengizinkan film ini untuk berbicara lebih kepada para penontonnya.
Parasite B&W version jelas menawarkan suasana cerita yang lebih intim. Tiap dark jokes, satir, dan sarkasme yang ditampilkan di sepanjang film, tentu akan terasa berbeda kala disaksikan dengan versi B&W ini.
Semua hal tersebut tentunya kini bisa kita nikmati pada tampilan layar besar dan dengan instalasi sound memikat dari bioskop-bioskop kesayangan kita. Kapan lagi kita bisa mendapatkan sensasi nonton film hitam putih dengan kualitas audio dan layar yang mumpuni bukan? Apalagi film ini masih hangat dengan status juara Oscarnya.
Apakah Worth Menonton versi B&W-nya?
Parasite B&W versions memang bukanlah sebuah film baru. Sejak awal film ini memang diperuntukkan untuk menjadi alternatif bagi para penggemar Parasite yang ingin me-rewatch film ini namun dengan suasana yang berbeda. Dan beruntung, hal tersebut sangat worth the money.